BOGOR — Perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun ini tidak lagi berpusat di alun-alun kota atau kompleks pemerintahan. Bupati Bogor Rudy Susmanto secara resmi menetapkan Desa Malasari, yang berada di Kecamatan Nanggung, sebagai lokasi utama seluruh rangkaian acara. Keputusan ini bukan sekadar soal teknis penyelenggaraan, melainkan sebuah pernyataan politik sejarah.
Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa pemilihan Malasari didasari riset dan keyakinan bahwa pusat peradaban awal Bogor justru tumbuh di kawasan barat, bukan di pusat kota saat ini. "Bogor berawal dari wilayah barat. Malasari adalah saksi bisu dari perjalanan panjang sejarah kita," ujar Rudy dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa.
Mengapa Malasari Bukan Sekadar Lokasi Seremonial?
Desa Malasari selama ini lebih dikenal sebagai kawasan agraris dan penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Namun, bagi Bupati Rudy, wilayah ini menyimpan jejak historis yang selama ini tidak banyak terekspos. Dengan memindahkan pusat HJB ke Malasari, Pemkab Bogor ingin mengoreksi narasi sejarah yang selama ini terlalu berpusat di wilayah timur dan tengah Bogor.
Keputusan ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah serius mendorong pemerataan pembangunan dan pariwisata. Malasari dan sekitarnya seringkali luput dari perhatian karena akses yang relatif sulit dibandingkan kawasan Puncak atau Sentul. "Ini momentum untuk memperkenalkan potensi budaya dan alam di Bogor barat," tambah Rudy.
Implikasi bagi Pemerataan Pembangunan di Bogor Barat
Pemilihan Malasari sebagai pusat HJB ke-544 memiliki dampak konkret yang langsung dirasakan warga. Sejak pengumuman lokasi, sejumlah perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas umum di Desa Malasari mulai digenjot oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor.
Bagi warga Nanggung dan sekitarnya, perayaan ini menjadi kesempatan untuk menggerakkan ekonomi lokal. Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah barat diproyeksikan akan menjadi pemasok utama kebutuhan acara, mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan. Hal ini menjadi angin segar bagi desa yang selama ini bergantung pada sektor pertanian tradisional.
Perbandingan dengan Tradisi HJB Sebelumnya
Selama beberapa tahun terakhir, puncak HJB selalu digelar di pusat kota, seperti di Lapangan Sempur atau sekitar Gedung Tegar Beriman. Pola ini dinilai kurang representatif karena hanya menguntungkan pengusaha dan pelaku usaha di pusat kota. Rudy secara eksplisit ingin memutus tradisi tersebut.
"Bukan berarti pusat kota tidak penting, tapi kita harus adil. Sejarah harus diakui, dan pembangunan harus dirasakan dari pinggir," tegasnya. Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden tentang pembangunan Indonesia dari pinggir yang mulai diadopsi oleh pemerintah daerah.
FAQ: Apa yang Perlu Diketahui tentang HJB ke-544 di Malasari?
Apakah semua acara HJB akan dipusatkan di Malasari?
Tidak. Rangkaian acara pendukung seperti lomba dan kegiatan keagamaan tetap tersebar di berbagai kecamatan. Hanya puncak perayaan dan upacara inti yang dipusatkan di Malasari, Nanggung.
Bagaimana akses menuju Desa Malasari bagi warga dari Bogor timur?
Pemerintah daerah menyiapkan transportasi gratis berupa bus antar-jemput dari beberapa titik parkir di pusat kota menuju Malasari. Jalur alternatif melalui Cigudeg juga telah diperbaiki untuk mengantisipasi kepadatan.