BOGOR — Keputusan pembongkaran JPO Paledang diambil setelah hasil evaluasi teknis menunjukkan kondisi struktur bangunan yang kritis. Tiang penyangga dan lantai jembatan mengalami kerusakan signifikan akibat usia dan cuaca ekstrem. Pemkot menilai perbaikan tidak lagi ekonomis dibandingkan membangun ulang sistem penyeberangan baru.
Mengapa JPO Paledang Harus Dibongkar Sekarang?
JPO yang berlokasi di persimpangan Jalan Paledang dan Jalan Raya Pajajaran itu sudah beroperasi lebih dari 15 tahun. Inspeksi terakhir oleh Dinas Perumahan dan Permukiman menemukan retakan di beberapa titik sambungan baja. "Kondisinya sudah tidak layak dan berbahaya bagi pejalan kaki," ujar Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, yang enggan disebutkan namanya.
Pembongkaran direncanakan berlangsung pada triwulan kedua 2025. Selama proses pembongkaran, arus lalu lintas di sekitar simpang Paledang akan diatur ulang. Petugas Dinas Perhubungan akan ditempatkan untuk mengatur pengguna jalan dan pejalan kaki.
Pelican Crossing: Solusi Penyeberangan yang Lebih Aman
Pelican crossing adalah sistem penyeberangan yang dilengkapi lampu lalu lintas khusus untuk pejalan kaki. Pengguna jalan bisa menekan tombol untuk meminta waktu menyeberang. Lampu merah akan menyala untuk kendaraan selama beberapa detik, memberi ruang aman bagi pejalan kaki.
Pemkot memilih pelican crossing karena biaya perawatan lebih murah dan lebih adaptif terhadap volume kendaraan yang fluktuatif. Berbeda dengan JPO yang membutuhkan perawatan struktur rutin, pelican crossing hanya memerlukan pengecekan berkala pada sistem kelistrikan dan marka jalan.
Dampak Pembongkaran bagi Warga Sekitar
Pembongkaran JPO Paledang akan mengubah kebiasaan pejalan kaki yang biasa menggunakan jembatan. Selama masa transisi, Dinas Perhubungan akan menyediakan petugas penyeberangan di titik tersebut. Warga yang biasa menyeberang dari arah Stasiun Bogor menuju Pasar Paledang diminta lebih waspada.
Beberapa pedagang kaki lima di sekitar JPO mengaku khawatir akses pembeli ke kios mereka terganggu selama pembongkaran. Namun, Pemkot memastikan trotoar tetap bisa diakses dengan pengalihan sementara.
Berapa Biaya yang Dihemat dengan Pembongkaran?
Pemkot tidak menyebutkan angka pasti untuk pembongkaran dan pemasangan pelican crossing. Namun, perbandingan biaya perawatan JPO yang mencapai puluhan juta per tahun disebut menjadi pertimbangan utama. Dengan pelican crossing, biaya operasional bisa ditekan hingga 60 persen.
Pemasangan pelican crossing di simpang Paledang juga akan diintegrasikan dengan sistem smart traffic light Kota Bogor. Ini memungkinkan koordinasi waktu lampu lintas secara real-time dengan pusat kendali lalu lintas kota.
Apakah JPO Lain di Bogor Juga Akan Dibongkar?
Pemkot menyatakan belum ada rencana pembongkaran untuk JPO lain di Kota Bogor. Evaluasi akan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil inspeksi struktur. JPO yang masih layak pakai akan tetap dipertahankan dan menjalani perawatan berkala.
Keputusan pembongkaran JPO Paledang menjadi pilot project untuk kebijakan penyeberangan berbasis pelican crossing di titik-titik rawan kecelakaan pejalan kaki. Pemkot akan memantau efektivitasnya selama enam bulan pertama setelah pemasangan.