KOTA BOGOR — Momen kelulusan sekolah dasar tahun ini diwarnai tradisi literasi yang tak biasa. Puluhan siswa SDN Kebon Pedes 1, Kota Bogor, memilih menuangkan kenangan enam tahun bersekolah ke dalam sebuah buku antologi puisi, bukan sekadar seremoni wisuda biasa.
Buku Antologi Karya Siswa sebagai Ijazah Emosional
Buku berjudul Pelangi Kenangan di Sekolah itu menjadi proyek akhir yang digarap siswa kelas VI. Setiap puisi di dalamnya ditulis langsung oleh para siswa, merekam pengalaman mereka dari kelas satu hingga kelas enam.
Kepala SDN Kebon Pedes 1 mengatakan inisiatif ini lahir dari keinginan agar kelulusan tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi meninggalkan jejak konkret bagi siswa. "Kami ingin anak-anak punya kenangan yang bisa dipegang, bukan hanya foto atau video," ujarnya.
Proses Kreatif yang Melibatkan Guru dan Orang Tua
Pengerjaan antologi puisi ini berlangsung selama dua bulan terakhir. Para siswa dibimbing guru bahasa Indonesia dalam menulis puisi, sementara orang tua membantu proses penyuntingan dan pendanaan cetak.
Setiap siswa menyumbangkan setidaknya satu puisi. Tema yang diangkat beragam, mulai dari persahabatan, ruang kelas favorit, hingga kenangan bersama guru. Salah satu siswa menulis tentang kantin sekolah yang selalu ramai saat jam istirahat.
Mengapa Antologi Puisi Lebih Bermakna dari Sekadar Pesta?
Kelulusan dengan cara seperti ini dinilai lebih edukatif dibandingkan pesta perpisahan yang kerap membebani orang tua secara finansial. Di Kota Bogor sendiri, tradisi "pesta kelulusan" di sekolah dasar sering menuai kritik karena dianggap memicu konsumerisme.
Dengan menerbitkan buku, siswa justru mendapatkan pengalaman berharga: melihat karya mereka tercetak dan dibaca orang lain. Buku antologi ini juga akan disimpan di perpustakaan sekolah sebagai koleksi permanen.
Apa Dampaknya bagi Dunia Pendidikan Dasar di Bogor?
Langkah SDN Kebon Pedes 1 bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di Jawa Barat. Inisiatif literasi seperti ini memperkuat gerakan literasi sekolah yang selama ini digalakkan Dinas Pendidikan Kota Bogor.
Beberapa sekolah dasar di Bogor sebelumnya juga pernah mengadakan proyek serupa, seperti menerbitkan buku kumpulan cerita pendek atau majalah dinding digital. Namun, proyek antologi puisi sebagai pengganti pesta kelulusan masih tergolong langka.
Ke depan, pihak sekolah berencana menjadikan proyek buku antologi ini sebagai agenda tahunan. "Ini bukan sekadar kelulusan, ini warisan literasi untuk adik kelas," pungkas kepala sekolah.