BOGOR — Dinas Sosial Kabupaten Bogor resmi memulai proses penjaringan calon siswa untuk program Sekolah Rakyat. Berbeda dengan penerimaan siswa baru pada umumnya, program ini tidak membuka pendaftaran secara terbuka untuk masyarakat luas.
Data Desil 1 dan 2 Jadi Acuan Utama
Penjaringan dilakukan dengan menyasar langsung data kependudukan yang sudah terverifikasi. Dinsos Kabupaten Bogor menggunakan basis data desil 1 dan desil 2 sebagai acuan utama untuk menentukan calon penerima manfaat.
Desil 1 merupakan kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan terendah secara nasional, sementara desil 2 berada satu tingkat di atasnya. Pemilihan dari dua kategori ini memastikan program menyentuh warga yang paling membutuhkan akses pendidikan.
Mengapa Pendaftaran Tidak Dibuka untuk Umum?
Kebijakan tanpa pendaftaran terbuka ini diambil untuk menghindari kesalahan sasaran. Dengan menjaring langsung dari basis data desil, Dinsos ingin memastikan tidak ada warga miskin yang terlewat sekaligus mencegah partisipasi dari kelompok yang tidak masuk kategori prioritas.
Pendekatan ini juga mempercepat proses verifikasi karena data calon siswa sudah tersedia dalam sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dinsos tinggal melakukan validasi lapangan untuk memastikan kondisi aktual calon siswa.
Implikasi bagi Warga Miskin di Kabupaten Bogor
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Dengan skema penjaringan berbasis data desil, warga yang masuk kategori tidak perlu mendaftar secara aktif—mereka akan dihubungi langsung oleh petugas Dinsos.
Langkah ini dinilai lebih efektif menjangkau kelompok yang selama ini sulit mengakses informasi pendaftaran sekolah. Namun, akurasi data desil menjadi kunci keberhasilan program. Jika data tidak mutakhir, warga miskin yang seharusnya masuk justru bisa terlewat.
Apa Langkah Selanjutnya bagi Calon Siswa?
Dinsos Kabupaten Bogor akan melanjutkan proses validasi data dan verifikasi lapangan dalam beberapa pekan ke depan. Petugas akan mendatangi rumah-rumah calon siswa untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi di lapangan.
Setelah validasi selesai, Dinsos akan menetapkan daftar calon siswa yang berhak mengikuti program Sekolah Rakyat. Jadwal pelaksanaan pendidikan dan teknis pembelajaran akan diumumkan setelah proses penjaringan rampung.