JAWA BARAT — Ledakan yang merobek kompleks perumahan padat penduduk di pesisir Biak, Papua, menewaskan lima anggota satu keluarga secara seketika. Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (17/3) sekitar pukul 13.30 WIT saat warga sedang beristirahat.
Mortir Aktif di Pemukiman Warga
Berdasarkan keterangan awal dari kepolisian setempat, ledakan diduga berasal dari mortir peninggalan Perang Dunia II. Material peledak itu diperkirakan sudah lama terkubur di area permukiman dan meledak saat tanpa sengaja tersentuh oleh korban.
Korban yang seluruhnya masih dalam hubungan saudara itu terdiri dari dua orang dewasa dan tiga anak-anak. Mereka tewas di lokasi dengan luka parah akibat pecahan peluru dan getaran ledakan.
Korban Terjebak Reruntuhan Rumah Kayu
Rumah panggung kayu milik korban hancur total akibat dentuman. Warga sekitar yang berusaha menolong kesulitan mengevakuasi korban karena struktur bangunan ambruk dan api menyebar cepat.
Tim gabungan dari TNI, Polri, dan Basarnas dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan mengamankan lokasi. Hingga Senin malam, area sekitar kompleks perumahan nelayan itu masih dipasangi garis polisi.
Riwayat Kontaminasi Amunisi di Biak
Biak dikenal sebagai salah satu wilayah bekas pertempuran sengit antara Sekutu dan Jepang pada Perang Dunia II. Ribuan butir amunisi dan mortir aktif kerap ditemukan warga saat menggali tanah atau membangun rumah.
“Kami sudah berulang kali mengimbau warga agar melapor jika menemukan benda mencurigakan, tapi sering kali mereka langsung memindahkan atau memukulnya karena tidak tahu,” kata Kepala Kepolisian Resor Biak, AKBP Budi Setiawan, dalam keterangan pers di Biak.
Ledakan serupa pernah terjadi pada 2022 di distrik yang sama, menewaskan dua warga yang tengah membangun fondasi rumah.
Penanganan dan Tindak Lanjut
Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) TNI AL telah diterjunkan untuk menyisir area sekitar. Mereka memastikan tidak ada lagi material peledak aktif yang mengancam permukiman warga.
Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menyatakan akan memberikan santunan kepada keluarga korban. Selain itu, Dinas Sosial setempat juga menyiapkan trauma healing bagi warga sekitar yang menyaksikan langsung kejadian.
Polisi masih menyelidiki asal-usul mortir tersebut dan apakah ada unsur kelalaian dalam penanganan temuan benda mencurigakan sebelumnya.