Pencarian

Realisasi Investasi Kabupaten Cirebon Tembus Rp3,2 Triliun di Semester I 2026, Masuk Lima Besar Jawa Barat

Rabu, 29 Juli 2026 • 20:56:31 WIB
Realisasi Investasi Kabupaten Cirebon Tembus Rp3,2 Triliun di Semester I 2026, Masuk Lima Besar Jawa Barat
Realisasi investasi Kabupaten Cirebon pada Semester I 2026 mencapai Rp3,2 triliun, menempatkannya di lima besar tertinggi se-Jawa Barat.

CIREBON — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Hilmy Rivai, menyatakan optimisme bahwa target investasi 2026 akan terlampaui. Pasalnya, realisasi pada triwulan II tahun ini sudah mencapai Rp3,2 triliun, meninggalkan sisa target Rp1 triliun untuk dua semester ke depan.

"Tinggal tersisa Rp1 triliun saja untuk dua semester. Saya optimis targetnya terpenuhi," ujar Hilmy kepada Cirebon Bribin, Rabu (29/7/2026).

Optimisme itu merujuk pada capaian tahun lalu. Pada 2025, realisasi investasi Kabupaten Cirebon mencapai Rp4,25 triliun, melampaui target awal Rp3,5 triliun atau sekitar 120 persen.

Lima Sektor Dominan dan Posisi di Kawasan Rebana

Hilmy merinci lima sektor utama yang menjadi motor investasi di Kabupaten Cirebon sepanjang 2026. Sektor perumahan atau properti masih menjadi kontributor terbesar, disusul manufaktur, industri alas kaki, kuliner atau food and beverage (F&B), serta pariwisata.

"Yang paling tinggi khusus di Cirebon itu perumahan, berikutnya adalah manufaktur, industri alas kaki dan sebagainya," urainya.

Meski secara provinsi masuk lima besar, posisi Kabupaten Cirebon di kawasan Rebana justru bergeser. Pada triwulan II 2026, Kabupaten Indramayu menempati peringkat pertama dengan realisasi investasi tertinggi di kawasan tersebut. Hilmy menjelaskan, secara tata ruang, Indramayu sudah memiliki Kawasan Industri (KI) yang menjadi daya tarik kuat bagi investor.

Kendala: Kabupaten Cirebon Belum Punya Kawasan Industri

Menurut Hilmy, Kabupaten Cirebon baru memiliki Kawasan Peruntukan Industri (KPI), bukan Kawasan Industri (KI). Perbedaan ini berdampak pada proses perizinan yang lebih panjang bagi calon investor.

"Kita baru memiliki Kawasan Peruntukan Industri (KPI), ini mengakibatkan ekspektasi dari para calon investor itu cenderungnya lebih ke Kawasan Industri," paparnya.

Meskipun demikian, capaian Kabupaten Cirebon dinilai tetap solid. Hasil evaluasi bersama DPMPTSP Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Investasi/BKPM menempatkan realisasi investasi daerah ini di posisi lima besar tertinggi se-Jawa Barat. "Capaian investasi kita masuk lima besar yang tertinggi di Jabar," pungkas Hilmy.

Bagikan
Sumber: cirebonbribin.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks