KARAWANG — Kepala BPBD Kabupaten Karawang, Usep Supriatna, mengonfirmasi bahwa wilayah terdampak meliputi Kecamatan Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, dan Telukjambe Barat. Distribusi air bersih terus dilakukan menyesuaikan kebutuhan mendesak masyarakat di setiap desa.
Kecamatan Tegalwaru: 130.000 Liter Air untuk Dua Desa
Kekeringan paling parah terjadi di Kecamatan Tegalwaru. Dua desa, yakni Kutalanggeng dan Cintalanggeng, mencatatkan jumlah warga terdampak mencapai 3.876 jiwa atau 1.386 KK.
Usep menyebutkan pihaknya telah menyalurkan 130.000 liter air bersih ke wilayah tersebut. “Di Kecamatan Tegalwaru, kekeringan terjadi di Desa Kutalanggeng dan Cintalanggeng dengan jumlah warga terdampak mencapai 3.876 jiwa atau 1.386 KK. BPBD telah menyalurkan 130.000 liter air bersih ke wilayah tersebut,” katanya, Selasa (28/7).
Ciampel dan Pangkalan: Ribuan Jiwa Mengandalkan Dropping Air
Di Kecamatan Ciampel, tiga desa—Parungmulya, Mulyasejati, dan Kutanegara—menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau. Sebanyak 4.961 jiwa atau 1.585 KK terdampak. BPBD telah mengirimkan 52.000 liter air bersih ke lokasi tersebut.
Sementara itu, di Kecamatan Pangkalan, kekeringan melanda Desa Kertasari, Mulangsari, dan Jatilaksana. Sebanyak 1.728 jiwa atau 656 KK terpaksa mengandalkan pasokan air dari pemerintah. Distribusi air bersih yang sudah disalurkan mencapai 39.000 liter.
Telukjambe Barat: Satu Desa, 16.000 Liter Air Disiagakan
Kecamatan Telukjambe Barat menjadi wilayah terakhir yang terdampak. Kekeringan terjadi di Desa Wanakerta, berdampak pada 1.590 jiwa atau 417 KK. BPBD telah menyalurkan 16.000 liter air bersih ke desa tersebut untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Usep menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Penyaluran air bersih akan diperpanjang jika jumlah wilayah terdampak bertambah selama musim kemarau masih berlangsung.