Bukan cuma soal banderol yang bikin alis terangkat. Luce, sedan listrik bertenaga empat motor (satu per roda) dengan bobot hampir satu ton lebih berat dari model hybrid, dianggap sebagai tamparan bagi tradisi desain Ferrari. Mantan Chairman Ferrari Luca Cordero di Montezemolo bahkan menyebutnya sebagai “risiko penghancuran sebuah mitos.”
Mengapa Desain Luce Dianggap “Penghinaan Estetika”?
Senator Italia dan mantan Menteri Ekonomi Carlo Calenda tak ragu menyebut Luce sebagai “penghinaan estetika dan teknologi.” Ia mengkritik kepemimpinan John Elkann, pemilik saham pengendali Ferrari dari keluarga Agnelli. Menteri Transportasi Italia Matteo Salvini pun ikut angkat bicara, mengutip nama pendiri Ferrari, Enzo Ferrari, dalam penilaian negatifnya.
Kritik paling tajam datang dari kalangan desainer mobil. Maurizio Corbi, desainer dengan pengalaman 30 tahun di Bertone dan Pininfarina, menyebut Luce sebagai “sabun mandi keluarga” dari segi volume. “Ini negasi dari segala hal yang merupakan Ferrari,” ujarnya.
Corbi menuding Ferrari terlalu percaya diri dengan merekrut desainer produk macam Marc Newson dan mantan desainer Apple Jony Ive dari agensi LoveFrom. “Sepertinya pilihan yang penuh arogansi tak terbatas. Seolah-olah, 'kami tak peduli apa yang pelanggan cintai, jual saja ini pada mereka,'” kata Corbi.
Mobil Listrik, Tapi Didesain oleh Desainer Produk?
Menurut Corbi, desainer mobil dan desainer produk adalah profesi yang berbeda. “Seorang desainer industri yang baik belum tentu mampu mendesain mobil. Ini profesi lain,” tegasnya. Ia menyesalkan bahwa Flavio Manzoni, direktur desain Ferrari saat ini yang dinilai inovatif namun tetap setia pada tradisi Pininfarina, justru “terlalu terlepas dari jalur yang telah ditempuh Ferrari dalam beberapa tahun terakhir.”
Akibatnya, Luce hadir dengan permukaan datar dan minim emosi. Roda-roda kecil dan lekukan bodi yang tumpul dianggap tak memiliki ciri khas Ferrari. “Kami para desainer mobil punya keinginan untuk membuat roda lebih besar, bentuk lebih tajam. Di sini kita kembali ke mobil kakek kita,” sindir Corbi.
Apa yang Sebenarnya Dicapai Luce?
Di balik kontroversi desain, Ferrari Luce punya spesifikasi gila: akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,5 detik. Kecepatan itu membuat Ferrari harus berkonsultasi dengan NASA agar sensasi akselerasi instan tidak terasa menyakitkan secara fisik. Suara “mesin” dihasilkan dari suara mekanis yang diolah secara elektronik.
Corbi menduga keras bahwa kontroversi ini adalah strategi pemasaran yang cerdik. “Mereka benar-benar melempar batu ke kolam, dan itu yang sedang dibicarakan semua orang. Saya tak ingat hal serupa sebelumnya,” katanya. Ia tak menutup kemungkinan bahwa bahasa visual Luce yang sangat berbeda ini menandakan garis desain independen untuk lini mobil listrik Ferrari ke depan.
Namun, bagi para kolektor dan anggota Ferrari Club of America, kejutan itu tak menyenangkan. “Teman-teman Amerika saya, pemilik Ferrari yang mencintai merek ini, terkejut. Sama seperti Montezemolo,” pungkas Corbi. Ferrari kini menghadapi ujian terberat: meyakinkan para loyalis bahwa masa depan listrik Cavallino Rampante tidak akan mengkhianati masa lalunya.