SUKABUMI — Kebakaran yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya pada Sabtu (25/7/2026) menyisakan duka mendalam. Selain 51 rumah warga dan Imah Gede—bangunan utama simbol kampung adat—sebuah unit PAUD ikut menjadi abu. Enam warung, tiga fasilitas MCK, dua lesung, serta 49 leuit atau lumbung penyimpanan padi warga juga ludes dilalap api.
Disdik Turun Langsung ke Lokasi
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, meninjau langsung lokasi kebakaran pada Minggu (26/7/2026) bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman. Dari hasil peninjauan itu, dipastikan bangunan PAUD rusak total dan tidak bisa difungsikan.
"Benar, satu PAUD ikut terbakar," kata Herdiawan, Selasa (28/7/2026).
Intervensi Pemerintah: Bantuan Stimulan hingga Rekonstruksi
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pendidikan tidak tinggal diam. Herdiawan menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan intervensi terhadap fasilitas pendidikan yang rusak. Langkah yang disiapkan meliputi pemberian bantuan stimulan hingga pembangunan kembali gedung PAUD.
"Kita akan intervensi. Nanti ada stimulan bantuan dan diprogramkan pembangunan," tegasnya.
Dampak Kebakaran: Warung, MCK, dan Lumbung Padi Ikut Ludes
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, total kerugian material masih dalam pendataan. Namun, skala dampak sangat besar. Selain rumah dan PAUD, enam warung yang menjadi denyut nadi ekonomi warga setempat juga hangus. Tiga fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang merupakan fasilitas umum vital ikut tidak tersisa.
Yang paling memukul ketahanan pangan warga adalah ludesnya 49 leuit atau lumbung penyimpanan padi. Bagi masyarakat Kasepuhan Ciptamulya, lumbung padi bukan sekadar tempat menyimpan hasil panen, melainkan simbol ketahanan dan tradisi warisan leluhur.
Target Pemulihan: Anak-Anak Kembali Belajar
Dinas Pendidikan menargetkan proses pembangunan kembali PAUD bisa dimulai dalam waktu dekat. Herdiawan menyebut bahwa program pembangunan akan dimasukkan ke dalam perencanaan anggaran. Prioritas utama adalah mengembalikan aktivitas belajar mengajar bagi anak-anak usia dini di kampung adat tersebut.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait untuk memastikan penanganan korban kebakaran berjalan menyeluruh, tidak hanya pada aspek pendidikan tetapi juga hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.