CIANJUR — Lebih dari 1.500 ekor hewan kurban telah dipotong dan diperiksa di Kabupaten Cianjur selama dua hari terakhir perayaan Idul Adha 2026. Angka ini masih akan bertambah karena petugas Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) setempat terus melakukan pendataan dari wilayah utara hingga selatan.
Medik Veteriner DPKHP Cianjur, Kharisudin, mengatakan pihaknya menurunkan 34 petugas yang tersebar di tiga Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) untuk memastikan daging yang didistribusikan ke masyarakat benar-benar layak konsumsi. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik, termasuk Polres Cianjur, Istana Kepresidenan Cipanas, Rumah Potong Hewan (RTH), dan Puskeswan di Cianjur, Cipanas, Sukanagara, serta Sindangbarang.
Pemeriksaan Tak Hanya di Luar, Organ Dalam Juga Dicek
Kharisudin menjelaskan, pemeriksaan tidak berhenti pada kondisi fisik hewan sebelum disembelih. Petugas juga melakukan pemeriksaan post mortem alias setelah hewan mati, dengan meneliti organ dalam seperti hati, limpa, jantung, dan paru-paru. Langkah ini untuk mengidentifikasi apakah terdapat penyakit berbahaya yang mungkin tidak terlihat dari luar.
"Pemeriksaan petugas meliputi tubuh dan organ setelah kematian guna mengetahui penyebab pasti kematian dan mengidentifikasi apakah terdapat penyakit atau tidak, sebelum menyatakan daging kurban layak dikonsumsi," katanya.
Vaksinasi Sudah Dimulai Sejak Awal Mei
Upaya memastikan kesehatan hewan kurban sejatinya sudah dimulai jauh sebelum Idul Adha. Sejak awal Mei 2026, DPKHP Cianjur mengerahkan 64 petugas kesehatan hewan untuk menyisir hewan kurban dari peternakan, kelompok peternak, hingga pedagang di pinggir jalan. Hewan-hewan tersebut telah divaksin agar terhindar dari penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Dengan rangkaian pemeriksaan yang panjang ini, Kharisudin memastikan daging kurban yang sampai ke tangan warga Cianjur aman untuk dikonsumsi. Pihaknya masih menunggu data lengkap dari petugas di lapangan untuk mengetahui total pasti jumlah hewan yang dikurbankan tahun ini.