BANDUNG — Kekhawatiran orang tua dan calon peserta didik di Jawa Barat mengenai nasib pendaftaran sekolah menengah negeri mulai terjawab. Disdik Jabar secara resmi menyatakan bahwa proses pembagian akun SPMB 2026 tetap berjalan meskipun telah melewati tenggat awal yang ditetapkan pada 18 hingga 22 Mei lalu.
“Kami mengerti kekhawatiran calon peserta didik dan para orang tua. Namun, mohon tenang, semua dipastikan mendapatkan akun. Pembagian akun masih diproses secara bertahap dan TIDAK ditutup,” tulis Disdik Jabar dalam unggahan Instagram resmi yang dikutip Minggu (24/5/2026).
Bukan karena Lalai, Ada Perubahan Prosedur Validasi Data
Disdik Jabar menjelaskan bahwa molornya distribusi akun bukan disebabkan oleh kelalaian teknis di sekolah asal. Faktor utamanya adalah perubahan prosedur validasi data kependudukan yang diterapkan tahun ini. Proses verifikasi silang data calon murid dengan basis data kependudukan membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan awal.
Akibatnya, sejumlah lulusan SMP dan MTs di berbagai daerah belum menerima akun dari sekolah asal masing-masing hingga batas waktu yang diumumkan sebelumnya. Namun, Disdik Jabar menegaskan bahwa tidak ada satupun calon murid yang akan ditinggalkan dalam proses ini.
Apa yang Harus Dilakukan Calon Murid dan Orang Tua?
Pihak Disdik Jabar mengimbau para orang tua dan calon peserta didik untuk tidak panik dan terus memantau informasi resmi dari sekolah asal masing-masing. Proses pembagian akun dilakukan secara bertahap, dan sekolah diwajibkan untuk terus mendistribusikan akun hingga seluruh siswanya menerima.
“Jadi, enggak usah khawatir, ya!,” tambah keterangan resmi Disdik Jabar tersebut.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai batas akhir distribusi akun tahap kedua ini. Disdik Jabar masih memproses validasi data bagi calon murid yang belum tercatat, sembari memastikan sistem SPMB 2026 siap digunakan secara penuh saat masa pendaftaran dibuka.