INDRAMAYU — Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono melakukan pengawasan langsung terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan di Balai Desa Pegagan, Kecamatan Losarang, Jumat (8/5). Agenda ini menjadi ruang dialog terbuka bagi warga untuk menyampaikan kendala birokrasi dan pembangunan yang mereka rasakan di lapangan.
Aspirasi Warga: Dari Masalah Infrastruktur hingga Isu Sosial
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Desa Pegagan memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan krusial. Keluhan yang muncul didominasi oleh kondisi infrastruktur lokal, efektivitas pelayanan publik di tingkat desa, hingga sejumlah permasalahan sosial yang berkembang di lingkungan sekitar.
Ono Surono menegaskan bahwa setiap masukan yang diterima akan menjadi catatan penting dalam fungsi pengawasan legislatif. Ia berkomitmen membawa aspirasi tersebut ke tingkat provinsi untuk dicarikan solusi yang konkret melalui evaluasi kebijakan pemerintah daerah.
“Kami ingin setiap aspirasi masyarakat bisa ditindaklanjuti secara bijak dan menjadi bagian dari perbaikan pelayanan pemerintahan ke depan,” ujar Ono di hadapan warga dan perangkat desa.
Mendorong Transparansi dan Pengawasan Berbasis Masyarakat
Menurut Ono, pengawasan terhadap jalannya pemerintahan bukan sekadar rutinitas formalitas bagi anggota dewan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam memantau setiap program agar penggunaan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga desa.
Transparansi dianggap sebagai kunci utama untuk mencegah penyimpangan dan memastikan pelayanan publik berjalan responsif. Ono mengingatkan bahwa aparat pemerintahan harus lebih peka terhadap kebutuhan warga agar setiap program tidak salah sasaran.
“Pengawasan pemerintahan ini penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran,” tegas politisi tersebut.
Pentingnya Sinergi Pemerintah Daerah dan Desa
Selain masalah pelayanan, Ono juga menyoroti pentingnya komunikasi yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten Indramayu, pemerintah desa, dan elemen masyarakat. Sinergi antarlembaga ini dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan pembangunan di daerah.
“Semua elemen harus saling mendukung dan membangun komunikasi yang baik demi kepentingan masyarakat,” katanya menambahkan.
Kegiatan pengawasan ini turut dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan unsur pemerintahan setempat. Diskusi berlangsung interaktif dengan harapan adanya perbaikan signifikan pada sistem birokrasi dan percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Losarang ke depannya.