SUMEDANG — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mencatat keberhasilan menghimpun lebih dari 4.000 kantong darah dalam empat bulan pertama tahun 2026. Angka ini merupakan hasil dari penguatan kegiatan donor darah yang dilakukan secara rutin di berbagai titik layanan masyarakat.
Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Sumedang, Deni Masdianto, menjelaskan bahwa perolehan tersebut sejalan dengan target internal organisasi. Pihaknya mematok target minimal seribu kantong darah setiap bulan untuk menjamin ketersediaan stok bagi kebutuhan medis di seluruh fasilitas kesehatan Sumedang.
"Kalau total dari Januari sampai April itu sudah alhamdulillah di atas 4.000 kantong. Target kita per bulan sekitar seribu kantong untuk menjaga ketersediaan stok melalui berbagai kegiatan yang dilakukan," ujar Deni di Sumedang, Selasa.
Kerja Sama Perusahaan Jadi Kunci Lonjakan Stok
Puncak perolehan darah terjadi pada Februari 2026. Pada bulan tersebut, PMI Sumedang berhasil mengamankan lebih dari 1.200 kantong darah. Lonjakan signifikan ini dipicu oleh agenda donor darah skala besar yang melibatkan sejumlah perusahaan manufaktur dan industri di wilayah Sumedang.
Langkah menggandeng sektor swasta ini menjadi strategi krusial untuk mengamankan cadangan darah nasional di tingkat daerah. Terlebih, pengumpulan stok pada periode tersebut difokuskan sebagai cadangan menjelang bulan puasa, saat partisipasi pendonor biasanya mengalami penurunan musiman.
“Di Februari kita banyak kegiatan besar, termasuk di perusahaan-perusahaan di Sumedang, itu cukup membantu meningkatkan stok untuk persiapan bulan puasa,” kata Deni menambahkan.
Bagaimana Kondisi Stok Golongan Darah A dan AB?
Meskipun volume total kantong darah terpenuhi, PMI Sumedang memberikan catatan khusus mengenai komposisi golongan darah. Saat ini, ketersediaan stok untuk golongan darah B dan O terpantau relatif aman dan mencukupi untuk kebutuhan distribusi rutin.
Namun, golongan darah A dan AB masih menjadi perhatian khusus karena jumlahnya yang terbatas. PMI terus berupaya menyeimbangkan stok ini dengan mengatur jadwal kegiatan donor agar distribusi tetap stabil dan tidak terjadi penumpukan stok di satu waktu tertentu saja.
Strategi jemput bola tetap menjadi andalan utama. Petugas PMI Sumedang secara terjadwal mendatangi berbagai lokasi strategis, mulai dari kantor instansi pemerintah, basis komunitas, hingga lingkungan perumahan warga.
“Harus ada kegiatan besar, sedang, dan kecil, supaya stok tidak menumpuk di satu waktu dan tetap terjaga sesuai kebutuhan distribusi,” pungkasnya.