Pencarian

Bupati Tasikmalaya Serahkan Amanat Galunggung ke Gubernur di Kirab Budaya

Selasa, 05 Mei 2026 • 18:34:01 WIB
Bupati Tasikmalaya Serahkan Amanat Galunggung ke Gubernur di Kirab Budaya
Bupati Tasikmalaya menyerahkan Amanat Galunggung kepada Gubernur Jawa Barat dalam Kirab Budaya Napak Tilas Pajajaran.

TASIKMALAYA — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyerahkan dokumen simbolis Amanat Galunggung kepada Gubernur Jawa Barat dalam rangkaian Kirab Budaya Napak Tilas Pajajaran. Prosesi ini dilakukan langsung oleh Bupati Tasikmalaya dengan pendampingan dari Ketua Masyarakat Adat (MASDA) Jawa Barat, Abah Anton Charliyan.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan upaya konkret merevitalisasi nilai-nilai luhur dari naskah kuno Galunggung untuk diterapkan dalam kepemimpinan modern. Iring-iringan kirab yang membawa pesan sejarah tersebut melintasi sejumlah titik penting sebelum mencapai pusat pemerintahan provinsi.

Simbolisme Amanat Galunggung dalam Kepemimpinan Sunda

Amanat Galunggung dikenal sebagai kumpulan naskah kuno yang berisi pedoman hidup, etika, dan pesan moral bagi masyarakat serta pemimpin Sunda. Penyerahan amanat ini kepada Gubernur Jawa Barat menandai komitmen daerah untuk tetap berpijak pada akar budaya di tengah arus modernisasi.

Abah Anton Charliyan, selaku Ketua MASDA Jabar, menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk dukungan tokoh adat terhadap sinergi antara pemerintah formal dan pemangku kebudayaan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat jati diri masyarakat Jawa Barat melalui penghormatan terhadap peninggalan leluhur.

Napak Tilas Pajajaran Sebagai Perekat Budaya Daerah

Kirab Budaya Napak Tilas Pajajaran menjadi ruang pertemuan bagi berbagai elemen masyarakat, mulai dari budayawan, perangkat desa, hingga pejabat tinggi daerah. Agenda ini menelusuri jejak sejarah kejayaan masa lalu untuk diambil nilai-nilai positifnya bagi persatuan warga saat ini.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik penyerahan Amanat Galunggung tersebut sebagai bagian dari pengayaan literasi sejarah daerah. Dokumentasi dan publikasi atas kegiatan ini juga ditujukan agar generasi muda lebih mengenal filosofi kepemimpinan lokal yang relevan dengan tantangan zaman sekarang.

Melalui kirab ini, sinergi antara Kabupaten Tasikmalaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan semakin solid. Fokus utama tetap pada pelestarian cagar budaya dan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar situs-situs bersejarah.

Bagikan
Sumber: jurnalpolisi.co.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks