JAWA BARAT — Thomas Markle Sr., ayah Meghan Markle, kini diselidiki polisi Filipina setelah putranya menyerahkan barang bukti dugaan materi eksploitasi seksual anak. Kasus ini mencuat ke publik lewat laporan media Inggris dan langsung memantik pertanyaan soal hubungan ayah-anak di keluarga kerajaan.
Thomas Markle Jr. mengaku menemukan ratusan hingga ribuan gambar dugaan eksploitasi seksual anak di dalam beberapa kotak penyimpanan milik ayahnya. Barang bukti itu diserahkan langsung ke kepolisian setempat, dan penyelidikan pun berjalan di Filipina tempat Thomas Markle Sr. tinggal.
Laporan pertama kali diungkap The Sun, lalu dikutip Page Six. Sampai berita ini ditulis, Thomas Markle Sr. maupun Thomas Markle Jr. belum memberi tanggapan atas permintaan komentar.
Apa yang Dilaporkan Soal Isi Kotak Penyimpanan
Menurut laporan The Sun, Thomas Jr. menemukan materi tersebut saat memeriksa kotak-kotak penyimpanan milik ayahnya. Jumlahnya disebut mencapai ratusan hingga ribuan gambar.
Dari situ polisi Filipina bergerak melakukan penyelidikan. Belum ada keterangan resmi soal status hukum Thomas Markle Sr. dalam proses ini.
Kaitan dengan Hubungan Meghan Markle dan Ayahnya
Seorang sumber yang disebut dekat dengan Meghan Markle mengatakan kepada The Sun bahwa kasus ini mungkin menjelaskan alasan Meghan memutus hubungan dengan ayahnya sejak 2018. Pernyataan itu belum dikonfirmasi pihak mana pun.
Perwakilan Meghan Markle dan Pangeran Harry juga belum memberikan pernyataan resmi. Publik menunggu apakah ada tanggapan dari keduanya.
Mengapa Kasus Ini Penting bagi Orang Tua
Dugaan kepemilikan materi eksploitasi seksual anak bukan perkara ringan. Di banyak negara, termasuk Indonesia, kepemilikan konten semacam ini masuk kategori tindak pidana, bukan sekadar pelanggaran etika.
Bagi orang tua, kasus ini jadi pengingat soal pentingnya mengawasi konten digital di rumah. Perangkat bersama, folder lama, dan akun yang tidak terpakai sebaiknya diperiksa dan dibersihkan secara berkala.
Kapan Perlu Melapor ke Aplikasi atau Pihak Berwenang
Kalau ibu menemukan konten mencurigakan di perangkat keluarga, jangan disimpan atau disebarkan. Laporkan ke platform tempat konten itu ditemukan, lalu konsultasikan ke unit perlindungan perempuan dan anak setempat atau kanal pengaduan resmi kepolisian.
Untuk kasus yang melibatkan anak, pendampingan psikolog tetap penting. Anak perlu tahu bahwa ia tidak bersalah dan ada orang dewasa yang melindunginya.
Kasus Thomas Markle Sr. masih berjalan dan belum ada putusan apa pun. Yang bisa dipetik sementara ini sederhana: menjaga ruang digital keluarga tetap aman adalah tanggung jawab bersama, bukan cuma soal teknologi.