Pencarian

Anthropic Blokir Penyalahgunaan Claude untuk Riset Senjata Biologis

Senin, 14 September 2026 • 17:17:02 WIB
Anthropic Blokir Penyalahgunaan Claude untuk Riset Senjata Biologis
Anthropic merilis laporan pada Kamis (10/9) mengenai upaya penyalahgunaan Claude untuk riset berbahaya.

JAWA BARAT — Laporan tersebut dirilis pada Kamis (10/9) dan menyertakan contoh kode berbahaya serta prompt AI yang berhasil diidentifikasi. Anthropic menyebut kasus-kasus ini bukan penyalahgunaan biasa, melainkan ancaman paling serius yang pernah mereka temukan.

Riset Virus Chikungunya yang Diblokir

Salah satu temuan paling menonjol melibatkan upaya pihak tak dikenal yang memakai Claude untuk menyusun proposal permohonan dana penelitian ilmiah. Proposal itu membahas eksperimen modifikasi genetik pada virus Chikungunya.

Dalam laporannya, Anthropic menulis bahwa riset tersebut bertujuan membuat virus menjadi lebih mudah menular dan lebih pintar menghindari sistem kekebalan tubuh. Virus Chikungunya sendiri menular lewat gigitan nyamuk dan memicu gejala seperti demam serta nyeri hebat.

Proposal yang diblokir meminta bantuan AI untuk merancang mutasi yang membuat virus semakin berbahaya. Padahal, riset semacam ini bisa dimanfaatkan untuk pengembangan vaksin maupun pengobatan.

"Cara yang sama juga sangat bisa disalahgunakan untuk membuat virus tersebut menjadi ancaman yang jauh lebih mematikan," tegas Anthropic dalam laporan tersebut.

Ancaman Siber Kini Tak Butuh Keahlian Tinggi

Anthropic menilai serangan siber rumit tidak lagi memerlukan keterampilan kompleks. Satu orang biasa kini bisa menciptakan ancaman besar yang setahun lalu masih mustahil dilakukan, seiring berkembangnya teknologi AI.

Dari Desember 2025 hingga Agustus 2026, peneliti Anthropic menemukan berbagai upaya penyalahgunaan. Pelakunya beragam, mulai dari penjual perangkat lunak mata-mata, individu bermotif politik, hingga kelompok yang didukung suatu negara untuk menyebarkan propaganda.

Anthropic juga menemukan kelompok yang membuat ratusan akun media sosial palsu. Akun-akun itu dipakai memposting pandangan politik yang sama selama sepekan penuh agar terlihat seperti akun orang biasa.

Ada sembilan kasus serupa yang berasal dari Rusia, Iran, Turki, kawasan Teluk Persia, Asia Selatan, Afrika, hingga Eropa. Platform media sosial umumnya baru mendeteksi kampanye propaganda setelah postingan tersebar luas, sementara Anthropic mengklaim Claude bisa mendeteksinya sejak tahap perancangan.

Model Lama Dianggap Lebih Aman

Anthropic tidak mengklaim model-modelnya bebas bahaya. Perusahaan menyatakan model lama seperti Claude Opus 4 dan Claude Sonnet 4.5 yang dirilis pada 2025 berada jauh di bawah ambang batas untuk membantu penelitian biologi berbahaya secara signifikan.

"Akibatnya, langkah-langkah pengamanan pada model-model ini kurang ketat, yang sebagian besar ditujukan untuk mencegah akses ke konten yang mungkin memfasilitasi pemula dalam mereplikasi senjata biologis yang sudah diketahui," kata perusahaan.

Untuk model terbaru yang mampu membantu tugas penelitian ilmiah kompleks, Anthropic mengaku tidak bisa memberikan jaminan yang sama. Karena itu, perusahaan menerapkan sistem keamanan lebih ketat dan membatasi akses ke kueri penelitian biologi dengan kegunaan ganda.

Dorongan ke Pemerintah dan Pengembang AI Lain

"Kasus-kasus yang kami bagikan ini bukan sekadar penyalahgunaan biasa, tapi contoh ancaman paling serius dan baru yang pernah kami temukan sejauh ini," jelas Anthropic dalam laporan terkait penyalahgunaan AI, dikutip AP News, Jumat (11/9).

Anthropic mendorong pemerintah dan perusahaan AI lain ikut mengenali serta mencegah penyalahgunaan semacam ini. Perusahaan beralasan semakin canggih sebuah AI, semakin besar pula risikonya jika pembuat dan pihak keamanan tidak segera bertindak.

Laporan ini dirilis setelah salah satu peneliti Anthropic, Jacob Coxon, mengundurkan diri. Ia khawatir Anthropic dan OpenAI tengah berlomba menciptakan AI super cerdas dengan mempertaruhkan nyawa manusia.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks