JAWA BARAT — Seekor kucing liar kecil yang hidup di hutan awan Bolivia resmi diidentifikasi sebagai spesies baru setelah lebih dari satu abad. Hewan yang ditemukan di kawasan hutan Yungas itu disebut Tilcayo oleh masyarakat setempat, dengan panjang sekitar 46 sentimeter dan berat sekitar 1,4 kilogram. Penemuan ini menandai spesies kucing pertama yang dideskripsikan ilmuwan dari Bolivia dalam kurun 100 tahun terakhir.
Penemuan ini menandai spesies kucing pertama yang dideskripsikan ilmuwan dari Bolivia dalam kurun 100 tahun terakhir. Identifikasi dilakukan pada Jumat (18/9), menurut laporan yang beredar.
Kucing Kecil dari Hutan Yungas
Tilcayo hidup di hutan awan Yungas, salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi di Bolivia. Ukurannya tergolong mungil untuk keluarga kucing liar: sekitar 46 sentimeter dari kepala hingga badan, dengan bobot hanya sekitar 1,4 kilogram.
Nama Tilcayo sendiri berasal dari sebutan masyarakat lokal yang sudah lama mengenal hewan tersebut. Artinya, keberadaan kucing ini bukan hal asing bagi warga sekitar—yang baru adalah status taksonominya di mata ilmuwan.
Mengapa Butuh 100 Tahun untuk Dikonfirmasi
Penemuan ini menjadi yang pertama sejak seabad terakhir. Rentang waktu selama itu menunjukkan betapa sulitnya mengidentifikasi spesies kucing liar kecil yang hidup di habitat terbatas dan jarang terpantau.
Kucing dengan nama ilmiah Leopardus tilcayo ini menambah daftar spesies dalam genus Leopardus, kelompok kucing kecil yang banyak ditemukan di Amerika Latin. Kerabat dekatnya antara lain ocelot dan margay yang juga menghuni kawasan tropis Amerika Selatan.
Penelitian Masih Berlanjut
Para ilmuwan belum merampungkan kajian soal biologi dan gaya hidup Tilcayo. Informasi soal pola makan, wilayah jelajah, hingga status konservasinya masih dalam penelusuran.
Hutan awan Yungas tempat kucing ini hidup dikenal sebagai zona transisi antara dataran rendah Amazon dan pegunungan Andes. Kawasan seperti ini kerap menyimpan spesies endemik yang belum terdokumentasi.
Identifikasi spesies baru biasanya membuka jalan bagi penelitian lanjutan, termasuk upaya pelestarian. Tanpa status resmi, perlindungan hukum terhadap habitat dan populasi sulit dijalankan.
Bagi dunia konservasi, temuan ini menegaskan bahwa kawasan hutan Bolivia masih menyimpan keanekaragaman hayati yang belum sepenuhnya terpetakan.