SUKABUMI — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyatakan peristiwa ambruknya bangunan SDN Bihbul dapat masuk dalam kategori bencana sehingga proses penanganannya bisa dilakukan lebih cepat. Pernyataan itu disampaikan menanggapi kerusakan sejumlah ruang di sekolah yang berlokasi di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas tersebut.
Insiden terjadi saat sekolah masih sepi. Para pelajar belum memasuki ruangan sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Selain ruang kelas 6 yang ambruk, bangunan lain di SDN Bihbul turut terdampak. Ruang kelas 5, MCK, gudang arsip, dan kantor sekolah berada dalam kondisi yang berpotensi ambruk.
Pihak sekolah telah mengosongkan ruang kelas 5 lebih dulu untuk menjaga keselamatan siswa. Langkah itu diambil sebelum kerusakan meluas ke bagian bangunan lain.
Wali murid SDN Bihbul, Apandi (53), warga Kampung Cipaon, Desa Tamanjaya, menyebut bangunan sekolah diduga sudah lapuk karena berusia cukup tua. Dampak ambruknya bangunan terlihat pada bagian kantor sekolah.
"Selain ruangan kelas, efek ambruknya ke kantor. Plafonnya pecah, belah, kemudian keramiknya juga anjlok," ujar Apandi, dalam video yang diterima sukabumiupdate.com.
Menurut Apandi, kerusakan itu membuat plafon mengalami pecah dan retak, sementara sejumlah keramik mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar, terutama bagi murid kelas 6. Karena ruang kelas tidak dapat digunakan, pihak sekolah terpaksa memindahkan kegiatan belajar ke ruangan lain.
"Ini mengganggu kegiatan belajar anak, apalagi ini ruangan kelas 6. Tidak bisa difungsikan, akhirnya guru memindahkan siswa ke kelas lain supaya kegiatan belajar tetap berjalan. Kelas 6 dipindah ke ruangan kelas 4," ungkapnya.
Apandi berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pendidikan dapat segera memberikan perhatian dan melakukan penanganan terhadap kondisi bangunan SDN Bihbul. Ia juga berharap penanganan tersebut dapat diupayakan melalui anggaran perubahan.
"Intinya saya atas nama wali murid SDN Bihbul memohon kepada Pak Kadis Pendidikan dan Pak Bupati supaya ada perhatian khusus, terutama untuk anggaran perubahan sekarang. Karena kegiatan belajar anak terganggu," ujarnya.
Selain kepada Pemkab Sukabumi, Apandi juga meminta dukungan DPRD Kabupaten Sukabumi agar kondisi sekolah tersebut segera mendapat penanganan.
"Kami juga mendorong dan memohon bantuan kepada Pak Dewan, khususnya Pak Haji Batman, supaya bisa membantu kondisi sekolah ini," tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menilai peristiwa ambruknya bangunan SDN Bihbul dapat masuk dalam kategori bencana. Dengan begitu, proses penanganannya bisa dilakukan lebih cepat.
"Mudah-mudahan masuk kategori bencana, bisa lebih cepat," ujar Deden.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal perbaikan maupun besaran anggaran yang disiapkan untuk memperbaiki bangunan SDN Bihbul.