Pencarian

Pemkot Bandung Libatkan TNI-Polri dalam Pendidikan Bela Negara untuk 3.000 Siswa SMP Kelas 9, Target Cegah Geng Motor

Jumat, 14 Agustus 2026 • 22:58:01 WIB
Pemkot Bandung Libatkan TNI-Polri dalam Pendidikan Bela Negara untuk 3.000 Siswa SMP Kelas 9, Target Cegah Geng Motor
Pemkot Bandung resmi memulai pendidikan bela negara bagi 3.000 siswa kelas 9 SMP dengan melibatkan TNI-Polri.

BANDUNG — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan resmi memulai kembali program pendidikan penguatan karakter bela negara bagi siswa kelas 9 SMP di lingkungan Pemkot Bandung, Jumat. Kegiatan ini melibatkan personel TNI dan Polri sebagai pengajar, dengan fokus utama membentengi pelajar dari pengaruh geng motor dan lingkungan pergaulan yang merugikan masa depan mereka.

Farhan menyebut sasaran program ini bukan tanpa alasan. Siswa kelas 9 berada di fase transisi dari anak-anak menuju remaja, sebuah periode yang menurutnya paling rawan terhadap berbagai pengaruh eksternal.

"Hari ini kita memulai kembali kegiatan pendidikan penguatan karakter bela negara bersama TNI-Polri, khusus untuk anak-anak kelas 9. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk karakter anak-anak hingga masa remaja dan dewasa," kata Farhan di Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Masa Transisi Dinilai Paling Rentan Terhadap Pengaruh Negatif

Pemkot Bandung menyoroti momen krusial yang tengah dihadapi siswa kelas 9. Selain menghadapi gejolak emosi khas remaja, mereka juga mulai menentukan pilihan sekolah lanjutan (SMA/SMK).

"Karena berdasarkan data, anak-anak kelas 9 merupakan kelompok yang paling rentan terhadap berbagai macam pengaruh. Mereka sedang berada dalam masa transisi dari anak-anak menuju remaja dan mulai mencari-cari pilihan SMA," ujarnya.

Pada fase inilah pelajar disebut berpotensi terseret ke dalam kelompok yang mengedepankan kekerasan, seperti geng motor, maupun lingkungan dengan gaya hidup hedonis. Pendidikan bela negara diharapkan menjadi tameng agar mereka mampu memilah pergaulan dan menentukan masa depan secara positif.

Membangun Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Menentukan Masa Depan

Program ini tidak hanya menyasar pembentukan karakter individu siswa. Lebih dari itu, kegiatan yang dirancang bersama TNI-Polri ini juga bertujuan memperkuat jalinan komunikasi antara pelajar dan orang tua di rumah.

"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan kemampuan kepada mereka untuk menentukan pilihan, sekaligus memberikan kepercayaan kepada orang tua bahwa mereka bisa bersama-sama dengan anaknya menentukan masa depan," kata Farhan.

Dengan komunikasi yang terbuka, orang tua diharapkan mampu mendampingi anaknya melewati masa transisi tanpa harus kehilangan arah. Kepercayaan ini dinilai penting agar keputusan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya diambil berdasarkan pertimbangan matang, bukan sekadar ikut-ikutan teman sebaya.

Kurikulum Lokal Dipadukan dengan Pendekatan Militer

Farhan menegaskan bahwa program pendidikan penguatan karakter ini bukan agenda dadakan. Pemkot Bandung telah melakukan kajian mendalam terkait pola pembelajaran siswa kelas 9 sebelum merumuskan materi kegiatan.

"Ini merupakan hasil kajian yang sudah dilakukan sebelumnya. Jadi, semua sudah dipertimbangkan dari berbagai hal, terutama bagaimana pola pembelajaran untuk kelas 9 berjalan dan juga adanya penguatan-penguatan. Kami juga memadukan kurikulum dengan kegiatan lokal," katanya.

Penggabungan kurikulum pendidikan formal dengan konteks lokal Kota Bandung dilakukan agar materi bela negara yang disampaikan personel TNI-Polri terasa relevan dan mudah dicerna oleh pelajar. Pendekatan ini diharapkan membuat nilai-nilai kedisiplinan dan cinta tanah air tertanam lebih efektif, bukan sekadar teori di atas kertas.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks