Pencarian

Bupati Bandung Dadang Supriatna Ingatkan Kepala Sekolah Jangan Jadikan Jabatan untuk Cari Untung, Fokus pada Mutu Siswa

Kamis, 13 Agustus 2026 • 17:14:01 WIB
Bupati Bandung Dadang Supriatna Ingatkan Kepala Sekolah Jangan Jadikan Jabatan untuk Cari Untung, Fokus pada Mutu Siswa
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan arahan kepada kepala sekolah di Bandung, Jawa Barat.

BANDUNG — Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa kepala sekolah merupakan garda terdepan yang menentukan kualitas pendidikan di satuan pendidikannya masing-masing. Ia pun meminta para kepala sekolah untuk menggeser cara pandang dari sekadar jabatan manajerial menjadi bentuk pengabdian dalam mencerdaskan generasi bangsa.

“Abdi mah sangat hormat ka para Kepala Sekolah. Abdi sangat apresiasi, karena Kepala Sekolah itu sebagai garda terdepan dalam pendidikan. Maka harus berpikir bagaimana mutu pendidikan di sekolah masing-masing,” ujar Dadang di hadapan para kepala sekolah.

Lima Fokus Utama Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam kesempatan itu, Dadang yang akrab disapa KDS itu memaparkan lima hal yang perlu diperkuat dalam pengelolaan pendidikan untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Kelima aspek tersebut mencakup penguasaan digitalisasi, akurasi data, riset, penguatan institusi, hingga tata kelola keuangan.

Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi. Kepala sekolah dan guru diminta tidak ketinggalan zaman dalam memahami perkembangan kecerdasan buatan atau AI.

“Kepala sekolah dan para guru jangan sampai kalah oleh murid dalam memahami digitalisasi. Sekarang ada robot, ada AI, ada ChatGPT. Ini harus kita pahami dan manfaatkan secara positif,” tegasnya.

Kedua, penguatan data atau big data. KDS meminta satuan pendidikan memastikan data Dapodik akurat dan diperbarui secara berkala. Data tersebut dinilai penting untuk memetakan potensi peserta didik agar sekolah bisa menyusun program pengembangan yang lebih tepat sasaran.

Penguatan Karakter dan Budaya Sunda

Aspek ketiga yang ditekankan adalah riset dan pengembangan. Sekolah tidak hanya diminta menjalankan rutinitas, tetapi juga melakukan kajian terhadap kebutuhan peserta didik dan lingkungan sekolah. Pada poin ini, KDS mendorong penguatan pendidikan Pancasila, pemahaman UUD 1945, serta pelestarian bahasa dan budaya Sunda.

Kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an juga menjadi perhatian khusus. Menurut KDS, pendidikan moral, agama, budaya, dan kedisiplinan merupakan fondasi penting dalam mempersiapkan generasi masa depan.

“Tidak akan disebut Kepala Sekolah kalau tidak ada guru. Tidak akan disebut Kepala Sekolah kalau tidak ada murid. Artinya, institusi yang kuat itu adalah kekompakan dalam hal positif untuk memperbaiki sistem,” katanya mengenai poin keempat, yakni membangun institusi yang kuat dan kompak.

Peringatan Keras Soal Pengelolaan Keuangan Sekolah

Poin kelima yang disorot adalah pengelolaan keuangan yang baik dan bertanggung jawab. KDS mengingatkan kepala sekolah untuk benar-benar memahami anggaran, bukan sekadar menyerahkan urusan keuangan kepada bendahara atau operator sekolah.

Ia juga memperingatkan agar kepala sekolah tidak menandatangani dokumen pertanggungjawaban sebelum memahami isi dan konsekuensinya.

“Jangan langsung menandatangani kalau belum memahami. Urusan uang itu sangat sensitif. Kepala sekolah harus memahami dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan sekolah,” tegasnya.

Dukungan Penuh untuk Wajib Belajar 13 Tahun

KDS juga menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan dasar dengan mendukung penuh pelaksanaan wajib belajar 13 tahun. Ia mendorong penguatan pendidikan sejak usia dini hingga jenjang pendidikan menengah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bandung.

“Makanya penting pendidikan dasar. Penting 13 tahun wajib belajar. Kita sukseskan bersama,” ujarnya.

Terkait program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat, KDS berharap kepala sekolah dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan sarana dan prasarana serta kualitas pembelajaran. Ia menegaskan agar program tersebut tidak membebani kepala sekolah secara administratif.

“Jangan dibebankan kepada Kepala Sekolah. Kepala Sekolah fokus saja pada peningkatan mutu anak sekolah,” katanya.

Selain kemampuan manajerial, KDS meminta kepala sekolah dan guru memberikan keteladanan melalui kedisiplinan sehari-hari, seperti datang lebih awal dan menyambut siswa di pintu gerbang sekolah.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: spirits.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks