BANDUNG — Tiga kabupaten di pesisir utara Jawa Barat tetap menjadi penopang utama pasokan beras daerah dan nasional. Sekretaris DTPH Jabar Yanti Hidayatun Zakiah di Bandung, Senin, menyebut Indramayu memproduksi 1,58 juta ton GKG pada tahun 2025, disusul Karawang dengan kontribusi 11,68 persen, dan Subang sebesar 10,71 persen.
Lonjakan Produksi di Sukabumi Lampaui Indramayu
Meski volume total Indramayu paling besar, tren pertumbuhan tahunan justru dikuasai Kabupaten Sukabumi. Yanti menjelaskan, daerah di Jawa Barat selatan itu membukukan kenaikan produksi GKG sebesar 193.271 ton dari periode sebelumnya, sehingga totalnya menembus 660.107 ton GKG.
"Secara kontribusi volume total, Indramayu memang paling besar. Namun jika dilihat dari tren peningkatan produksi dibanding tahun sebelumnya, Kabupaten Sukabumi melesat paling tinggi," ujar Yanti.
Posisi Kenaikan Tertinggi Kedua: Indramayu dan Tasikmalaya
Setelah Sukabumi, kenaikan produksi tertinggi kedua ditempati oleh Indramayu, lalu disusul Kabupaten Tasikmalaya. Capaian positif di berbagai daerah ini memperkuat posisi Jawa Barat sebagai kontributor beras terbesar kedua di tingkat nasional.
Strategi Pemprov: Perluasan Areal Tanam dan Bantuan Sarana
DTPH Jabar mengawal capaian tersebut melalui akselerasi perluasan areal tanam serta penyaluran bantuan sarana produksi pertanian. Yanti menekankan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan.
"Kita optimistis keberhasilan daerah-daerah penyumbang ini dapat memperkuat swasembada pangan nasional pada 2026," tutur Yanti.