JAWA BARAT — Jakarta – Bersamaan dengan peluncuran Galaxy Z Fold 8, Samsung memperkenalkan Gemini Intelligence, agen AI yang diklaim bisa mengotomatiskan tugas sehari-hari langsung dari ponsel. Fitur ini menjadi salah satu andalan anyar dari kerja sama erat Samsung dengan Google, setelah sebelumnya sempat dikabarkan akan debut di Pixel 11.
Cara Kerja Gemini Intelligence
Untuk mengakses Gemini Intelligence, caranya sama persis seperti memanggil asisten Gemini biasa: tekan lama tombol power atau ucapkan kata bangunannya. Bedanya, pengguna tinggal memerintahkan tugas spesifik seperti “pesankan tiket penerbangan dari Jakarta ke Bali untuk besok,” dan AI akan langsung bekerja.
Saat diuji, perintah yang spesifik—misalnya menyertakan tanggal dan tujuan—membuat Gemini Intelligence “aktif” dan mulai memproses. Jika perintah kurang detail, AI hanya akan menampilkan informasi harga dan jadwal di layar tanpa melakukan aksi otomatis.
Hal yang Bekerja dengan Baik
Samsung membekali ponsel ini dengan aplikasi bawaan seperti Expedia, sehingga pengguna bisa langsung mereplikasi demo yang diperlihatkan sebelum peluncuran. Dalam pengujian, perintah memesan tiket dari London Heathrow ke Dublin berjalan lancar. Gemini Intelligence mampu mengisi formulir, memilih jadwal, dan menampilkan notifikasi progres.
Antarmuka pop-up yang muncul juga sudah disesuaikan dengan tampilan One UI, bukan tiruan dari versi Android Show. Yang membedakan hanya efek cahaya warna-warni di sekitar notifikasi. Selama proses berjalan, Gemini memberikan komentar langsung—misalnya memberitahu apa yang sedang diketik di kolom pencarian atau jam penerbangan yang dipilih.
Kelemahan yang Terlihat Jelas
Meski bekerja, kecepatan Gemini Intelligence masih menjadi masalah utama. Dalam beberapa percobaan, AI butuh waktu hingga beberapa menit untuk menyelesaikan tugas. Padahal, jika dilakukan manual, pengguna bisa menyelesaikannya lebih cepat dan lebih akurat.
Selain itu, AI tidak meminta preferensi pengguna sebelum bertindak. Tidak ada opsi memilih maskapai favorit atau jam penerbangan yang diinginkan. Gemini Intelligence langsung mengambil kendali penuh selama aplikasi yang dibutuhkan sudah terinstal. Pengguna hanya bisa memantau lewat tombol “View Progress” atau mengambil alih kapan saja.
Dalam lebih dari 20 kali percobaan, ada kalanya Gemini justru bertanya aplikasi mana yang ingin digunakan. Ini menunjukkan fitur ini masih dalam tahap beta dan belum konsisten. Karena perangkat uji tidak bisa menginstal aplikasi baru, pengujian lebih lanjut pun terhenti.
Siapa Target Pengguna yang Tepat?
Pertanyaan terbesar dari uji coba ini adalah: untuk siapa Gemini Intelligence benar-benar berguna? Prosesnya yang lambat dan minim kustomisasi membuatnya kurang praktis untuk pengguna yang sudah terbiasa memesan tiket atau hotel sendiri. Fitur ini mungkin lebih cocok bagi mereka yang ingin mencoba teknologi AI terbaru tanpa ekspektasi tinggi terhadap efisiensi.
Di Indonesia, Gemini Intelligence baru tersedia di Galaxy Z Fold 8 yang dijual mulai pekan ini. Belum ada informasi apakah fitur ini akan hadir di perangkat Samsung lawas melalui pembaruan perangkat lunak. Samsung dan Google masih terus mengembangkan kemampuan agen AI ini agar lebih responsif dan kontekstual.