Pencarian

Target Tebu Kuningan 2026 Tembus 267 Hektare, Pemkab Siapkan Pendampingan dan Bantuan Benih Rp10 Juta per Hektare

Selasa, 21 Juli 2026 • 21:23:01 WIB
Target Tebu Kuningan 2026 Tembus 267 Hektare, Pemkab Siapkan Pendampingan dan Bantuan Benih Rp10 Juta per Hektare
Petani tebu di Kabupaten Kuningan mendapat pendampingan penuh dari pemerintah daerah dalam program perluasan lahan tanam seluas 267 hektare pada 2026.

KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak hanya mengejar angka, tetapi juga menyiapkan skema pendampingan penuh agar program swasembada gula nasional berjalan optimal. Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah menegaskan bahwa pendampingan dimulai sejak tahap penyusunan calon petani dan calon lokasi (CPCL), persiapan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman.

“Tahun ini baru ada target, jadi komoditas unggulan, selain kopi, yang menjadi prioritas untuk di perkebunan adalah tebu. Kami perkuat pendampingan untuk petani,” kata Wahyu saat dihubungi di Kuningan, Selasa.

Bantuan Langsung untuk Petani: Benih Unggul dan Pengolahan Lahan

Untuk menekan biaya produksi, pemerintah pusat mengucurkan dua jenis bantuan. Pertama, bantuan benih tebu unggul senilai Rp10 juta per hektare. Kedua, bantuan pengolahan lahan sebesar Rp4 juta per hektare. Wahyu menyebut, dukungan ini diharapkan mempercepat perluasan areal tanam baru sekaligus meningkatkan produktivitas.

Selain perluasan lahan, pemerintah juga menjalankan program bongkar ratoon. Strategi ini bertujuan meningkatkan produktivitas tanaman tebu yang sudah ada, bukan sekadar membuka lahan baru.

Antusiasme Petani Melampaui Target Awal

Data dari bidang CPCL menunjukkan, usulan lahan yang masuk mencapai 267 hektare. Angka ini 17 hektare di atas target awal yang ditetapkan pemerintah. Wahyu menilai capaian itu mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh pertanian, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami terus mendampingi petani agar pengembangan tebu berjalan optimal. Tujuannya agar ekonomi petani semakin baik dan membangkitkan kembali komoditas tebu di Kabupaten Kuningan,” ujar Wahyu.

Mengapa Tebu Kini Jadi Prioritas di Kuningan?

Komoditas tebu sempat meredup di Kuningan dalam beberapa tahun terakhir. Kini, dengan dorongan program swasembada gula nasional, tebu ditempatkan sebagai prioritas utama di sektor perkebunan, setara dengan kopi. Pemerintah daerah mengajak petani memanfaatkan momentum ini.

“Jadi keberhasilan pengembangan tebu memerlukan komitmen dan kerja sama seluruh pihak agar target produksi gula nasional dapat tercapai sesuai rencana pada 2026,” kata Wahyu.

Diskatan Kuningan berkomitmen mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran. Realisasi bantuan diharapkan mampu menekan biaya produksi petani, meningkatkan hasil panen, dan pada akhirnya mengembalikan kejayaan tebu di wilayah Priangan Timur tersebut.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks