JAWA BARAT — Lexus NX memang fenomenal. Dengan lebih dari 76.000 unit terjual tahun lalu di Amerika Serikat, model ini menjadi salah satu tulang punggung penjualan Lexus di segmen compact crossover yang super ketat. Tapi apa yang membuatnya laris, sementara BMW X3, Mercedes-Benz GLC, atau Audi Q5 menawarkan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan?
Mesin Toyota RAV4 yang Disulap Jadi Hybrid Andal
Jawabannya ada di bawah kap. NX 350h mengadopsi jantung mekanis dari Toyota RAV4: mesin 2.5-liter 4-silinder yang dipadu dua motor listrik di depan dan belakang. Sistem eCVT dan all-wheel drive menghasilkan tenaga total 240 dk serta torsi 270 lb-ft.
Meski tak bisa dibilang kencang, dorongan instan dari motor listrik membuat akselerasi awal terasa lebih responsif dari dugaan. Sayangnya, sensasi itu cepat memudar seiring bertambahnya kecepatan. Lebih dari itu, suara mesin ketika bekerja keras terdengar kasar—bukan sesuatu yang diharapkan dari mobil berlogo Lexus.
Konsumsi BBM Jadi Andalan Utama
Di sinilah letak keunggulan sesungguhnya. Sepanjang rute campuran kota dan tol, komputer onboard mencatat rata-rata 34,3 mpg atau setara 14,6 km/liter. Angka ini sulit ditandingi kompetitor Eropa yang mengandalkan mesin turbo 4-silinder. Sistem hybrid juga sering mematikan mesin bensin, terutama saat melaju pelan di kompleks perumahan atau parkiran—menghemat bahan bakar lebih banyak dari yang dibayangkan.
Interior Mewah Tapi Terasa Sempit dan Kurang Fitur
Masuk ke kabin, kesan pertama justru membingungkan. Jok bucket F-Sport berlapis kulit dua warna merah-hitam terasa sporty, namun kombinasi ini terasa kontras dengan karakter Lexus yang biasanya kalem. Lebih kritis lagi, ruang kabin terasa sempit—Volvo XC60 atau BMW X3 jelas lebih lega.
Fitur positifnya ada tombol volume fisik, defroster, serta wireless Apple CarPlay yang selalu terhubung tanpa masalah. Wireless charging juga berfungsi baik dan punya ruang penyimpanan tersembunyi di bawahnya. Tapi di harga Rp 986 juta, absennya penyangga pinggang elektrik untuk kursi penumpang depan adalah kekurangan yang sulit dimaafkan.
Harga Fantastis, Tapi Nilai Jual Kembali Jadi Taruhan
Dengan banderol Rp 986 juta (setara US$61.655 termasuk ongkos kirim), Lexus NX 350h F Sport Handling bersaing langsung dengan Volvo XC60 yang unggul dalam material dan kesan mewah, atau BMW X3 yang lebih dinamis. Lexus hanya bisa mengandalkan dua kartu: keandalan legendaris dan efisiensi bahan bakar.
Bagi pembeli yang prioritas utamanya adalah irit BBM dan mobil yang jarang rewel, NX 350h adalah pilihan tepat. Tapi bagi yang mencari sensasi berkendara atau kemewahan sejati, mungkin perlu melihat ke kiri dan kanan. Saya akhirnya mengerti kenapa orang membeli NX—bukan karena menyenangkan, tapi karena logis.