JAKARTA — Gelombang protes petani kembali menyentuh pusat kekuasaan. Dua lokasi strategis di Jakarta Pusat menjadi titik konsentrasi massa pada Selasa (23/6/2026), menyusul aksi unjuk rasa yang digelar oleh Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA). Kepolisian telah menyiagakan personel dalam jumlah besar untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kemacetan parah.
Dua Titik Strategis Jadi Pusat Aksi
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengonfirmasi bahwa demonstrasi pertama berlangsung sejak pukul 09.00 WIB di Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya di kawasan Pos Polisi Merdeka Barat, Gambir. Lokasi ini berada tepat di depan Istana Negara, menjadikannya titik paling sensitif secara politis.
"Unjuk rasa dari Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria (DPN KNARA) dan beberapa elemen di wilayah Gambir," ujar Erlyn dalam keterangan tertulisnya.
Kementerian Kehutanan Juga Jadi Sasaran
Aksi serupa secara serentak digelar di depan Gedung Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Lokasi ini kerap menjadi sasaran protes kelompok tani yang memperjuangkan akses lahan dan reforma agraria. "Aksi oleh DPN KNARA dan beberapa elemen massa lainnya di kawasan depan Kementerian Kehutanan," tambah Erlyn.
Kedua titik ini dipilih bukan tanpa alasan. Medan Merdeka Barat merupakan simbol kekuasaan eksekutif, sementara Kemenhut menjadi pintu gerbang kebijakan tata kelola hutan yang kerap bersinggungan langsung dengan nasib petani dan masyarakat adat.
Pengamanan Maksimal dan Rekayasa Lalin Situasional
Untuk mengamankan kedua aksi tersebut, aparat mengerahkan 1.273 personel gabungan. Mereka terdiri dari satuan Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran. Jumlah ini menunjukkan skala kewaspadaan tinggi terhadap potensi eskalasi massa di lapangan.
Polisi memastikan bahwa rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi demo akan bersifat situasional. Artinya, penutupan atau pengalihan arus kendaraan baru akan dilakukan jika jumlah massa dinilai sudah mengganggu kelancaran lalu lintas secara signifikan.
Mengapa Reforma Agraria Kembali Mengemuka?
Aksi petani yang terhimpun dalam DPN KNARA ini menyoroti persoalan klasik yang belum tuntas: ketimpangan kepemilikan lahan dan akses petani terhadap sumber daya agraria. Meski pemerintah telah meluncurkan program reforma agraria dalam beberapa tahun terakhir, implementasi di lapangan kerap terhambat oleh konflik kepentingan, tumpang tindih regulasi, dan lambannya redistribusi tanah.
Unjuk rasa hari ini menjadi pengingat bahwa isu agraria bukan sekadar masalah sektoral, melainkan menyangkut hajat hidup jutaan keluarga petani di Indonesia. Bagi warga Jakarta yang melintas, kemacetan yang ditimbulkan mungkin hanya soal waktu tempuh. Namun bagi para demonstran, ini adalah soal perut dan masa depan.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Masyarakat yang hendak melintasi kawasan Gambir dan Gatot Subroto pada hari ini disarankan untuk menghindari rute tersebut. "Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung untuk menghindari potensi kepadatan arus lalu lintas," imbau Erlyn.
Beberapa alternatif yang bisa digunakan antara lain jalur tol dalam kota atau ruas jalan arteri seperti Jalan Sudirman-Thamrin yang relatif lebih longgar. Pemantauan kondisi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi navigasi juga sangat disarankan.