GARUT — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa tes fisik dan kesehatan yang dijalani para atlet bukan sekadar formalitas. Hasil tes ini akan menjadi tolok ukur objektif bagi tim pelatih untuk menilai kesiapan atlet sebelum dikirim ke ajang Porprov 2026.
"Ini menjadi salah satu ketentuan bahkan juga persyaratan sekiranya atlet dikirimkan atau tidak, karena kita tidak mau mengirimkan atlet yang fisik dan kebugarannya di bawah kondisi yang seharusnya," ujar Bupati Garut saat meninjau proses tes di SOR RAA Adiwijaya, Jumat (12/6/2026).
Evaluasi untuk Dongkrak Performa Atlet
Bupati Abdusy Syakur Amin menjelaskan, data dari tes ini akan menjadi bahan evaluasi penting. Mengingat Porprov 2026 masih beberapa bulan lagi, atlet yang dinilai belum memenuhi standar minimum masih punya waktu untuk meningkatkan performa.
"Kita masih punya waktu beberapa bulan ya, jadi kalau masih belum dalam batas tertentu mereka supaya berlatih lagi, sehingga nanti pada saat pertandingan itu mencapai puncaknya," tambahnya optimis.
Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen penuh mendukung kontingen daerah. Melalui seleksi ketat seperti ini, Garut menargetkan atlet yang dikirim tidak hanya siap mental, tetapi juga berada dalam puncak kondisi fisik saat hari pertandingan.
Standar Performa Jadi Syarat Mutlak
Monitoring langsung dilakukan Bupati untuk memastikan seluruh rangkaian seleksi berjalan objektif dan terukur. Tes fisik dan kesehatan ini menjadi instrumen krusial yang menentukan apakah seorang atlet layak diberangkatkan atau tidak.
Dengan pendekatan ini, Pemkab Garut berharap prestasi gemilang bisa diraih di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Persiapan matang sejak dini menjadi kunci utama agar kontingen Garut mampu bersaing dengan daerah lain di Porprov 2026.