Pencarian

Tradisi Geng BRAK Terungkap di Balik Pengeroyokan Pelajar SMK Bogor, Enam Remaja Diamankan Polisi

Sabtu, 06 Juni 2026 • 11:54:32 WIB
Tradisi Geng BRAK Terungkap di Balik Pengeroyokan Pelajar SMK Bogor, Enam Remaja Diamankan Polisi
Enam remaja anggota geng BRAK diamankan polisi terkait pengeroyokan pelajar SMK di Bogor Timur.

BOGOR — Enam remaja yang diduga mengeroyok seorang siswa SMK di Bogor Timur kini telah diamankan polisi. Mereka diketahui merupakan anggota geng pelajar bernama BRAK, dan menjadikan aksi kekerasan itu sebagai bagian dari tradisi penerimaan anggota baru.

Video penganiayaan yang sempat viral memperlihatkan seorang remaja bertelanjang dada terkapar di gang sempit, dikelilingi lima orang berseragam sekolah. Kapolsek Bogor Timur AKP Asep Sundana mengungkapkan bahwa motif penganiayaan murni karena korban hendak masuk ke kelompok tersebut.

Ospek Berujung Kekerasan: Ini Tradisi Geng BRAK

Polisi menyebut peristiwa itu bukan aksi kriminal biasa, melainkan ritual inisiasi. "Pemicunya itu si korban ini kan mau masuk ke kelompok mereka itu, jadi semacam diospek ya, cuma dengan cara begitu," ujar AKP Asep Sundana kepada wartawan, Kamis (5/6).

Kanit Reskrim Polsek Bogor Timur Iptu Iwan Heri Setiawan menambahkan bahwa para pelaku mengaku tradisi ini sudah lama berjalan di geng mereka. "Jadi kalau sementara ini, dia mau masuk kelompok mereka itu. Jadi ada tradisi menurut mereka, bagi yang baru masuk. Ya diospek gitu lah istilahnya," kata Iwan. Geng BRAK sendiri merupakan perkumpulan yang beranggotakan siswa dari berbagai sekolah di Bogor.

Keluarga Korban Memaafkan, Pelaku Minta Maaf

Setelah melalui mediasi di Mapolsek Bogor Timur, kedua pihak keluarga sepakat berdamai. Proses hukum tidak dilanjutkan ke pengadilan. Devi, perwakilan keluarga pelaku, menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

"Kami telah berdiskusi dengan keluarga korban dan pihak berwenang. Kami menyepakati keputusan akhir untuk berdamai, tentu dengan tanggung jawab dan kompensasi terhadap korban," kata Devi di Polresta Bogor Kota. Ia berharap para pelaku mendapat pembinaan serius agar tidak mengulangi perbuatannya. "Harapannya, tidak ada lagi kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah," tambahnya.

Iis, orang tua korban, mengaku telah mengikhlaskan dan memaafkan para pelaku. "Yang terpenting ke depannya mereka tidak terulang lagi, saya sudah memaafkan semuanya," ucap Iis. Ia berharap pihak sekolah terus membimbing anaknya agar tidak terjerumus ke pergaulan yang salah. "Saya percaya sama sekolah agar bisa terus dibimbing kembali di sekolah juga. Pasti dibina di rumah, supaya pulang sekolah langsung pulang, tidak nongkrong lagi demi keselamatan anaknya juga," jelasnya.

Polisi: Tak Ada Pemicu Lain Selain Ritual Masuk Geng

Kapolsek memastikan tidak ada motif lain di balik penganiayaan tersebut. Aksi ini murni bagian dari syarat untuk diterima sebagai anggota baru geng BRAK. Polisi kini tengah mendalami struktur kelompok tersebut dan memastikan para pelaku mendapatkan pembinaan lanjutan.

Peristiwa ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan dan orang tua di Bogor untuk lebih waspada terhadap praktik perpeloncoan dan pergaulan antar sekolah yang berpotensi berujung pada tindak kriminal.

Bagikan
Sumber: bangkaterkini.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks