Pencarian

Manajemen Armada Motor Listrik Makin Kompleks, Teltonika Hadirkan Solusi Telematika Terbaru di Jakarta

Jumat, 05 Juni 2026 • 03:45:31 WIB
Manajemen Armada Motor Listrik Makin Kompleks, Teltonika Hadirkan Solusi Telematika Terbaru di Jakarta
Teltonika memperkenalkan solusi telematika terbaru untuk pengelolaan armada motor listrik di Jakarta.

JAWA BARAT — Perubahan paradigma dari mesin bakar ke motor listrik membawa konsekuensi operasional yang tak bisa dianggap sepele. Jika dulu manajer armada cukup memonitor konsumsi BBM dan jadwal ganti oli, kini mereka harus membaca data pengisian daya baterai, suhu sel, serta riwayat voltase. Hal ini menjadi sorotan utama dalam Telematics Summit South Asia yang digelar Teltonika di Jakarta, Rabu (12/2).

Lompatan dari Pelacak Sederhana ke Sistem Prediktif

Acara yang mempertemukan lebih dari 150 pakar telematika dari kawasan Asia Selatan ini menekankan bahwa teknologi GPS dasar sudah tidak memadai. Adomas Jur?nas, Head of Sales for South Asia di divisi telematika Teltonika, menegaskan bahwa pertumbuhan industri bukan sekadar soal jumlah perangkat terpasang.

“Banyak perusahaan di South Asia masih menggunakan sistem GPS yang hanya tahu posisi kendaraan dan riwayat perjalanan. Telematika modern saat ini mampu beroperasi lebih dari itu,” ujar Adomas dalam sambutannya.

Teltonika, yang berkantor pusat di Vilnius, Lithuania, mendemonstrasikan bagaimana perangkat mereka bisa membaca data dari mobil, sepeda motor, hingga alat berat. Untuk motor listrik, sistem ini mampu mendeteksi anomali suhu baterai sebelum terjadi overheat atau memperkirakan sisa umur pakai komponen kelistrikan.

Lokakarya Langsung: Engineer Beri Demo Pengelolaan Armada EV

Selama summit berlangsung, peserta diajak mengikuti workshop interaktif. Mereka berdiskusi langsung dengan para insinyur Teltonika dan menyaksikan simulasi kerja perangkat pada berbagai jenis kendaraan, termasuk motor listrik yang mulai menjamur di Indonesia.

“Tujuan kami adalah menunjukkan bagaimana teknologi telematika dapat membantu perusahaan menjawab tantangan operasional secara nyata,” tambah Adomas.

Pemerintah sendiri menargetkan penambahan 200.000 unit kendaraan listrik mulai Juni 2026 melalui program insentif. Lonjakan ini diprediksi akan meningkatkan permintaan solusi monitoring armada yang lebih cerdas, terutama bagi perusahaan logistik dan layanan pengiriman yang mulai beralih ke motor listrik.

Mengapa Perusahaan Lokasi Perlu Upgrade Sistem Sekarang

Banyak penyedia layanan telematika lokal dinilai masih belum optimal dalam memilih solusi. Mereka kerap terjebak pada produk pelacak dasar yang tidak mampu mengakomodasi kebutuhan spesifik kendaraan listrik, seperti pemantauan State of Charge (SoC) atau notifikasi otomatis saat baterai mencapai suhu kritis.

Tanpa data tersebut, risiko downtime armada meningkat. Motor listrik yang mogok karena baterai overheat bisa mengganggu operasional harian, terutama di sektor pengiriman barang dan ride-hailing yang mengandalkan keandalan kendaraan.

Teltonika berharap summit dua tahun berturut-turut di Jakarta ini bisa mendorong adopsi teknologi telematika yang lebih maju, bukan sekadar pelacak posisi. “Kami mengumpulkan penyedia layanan dari South Asia untuk menunjukkan teknologi yang sudah tersedia dan cara mengimplementasikannya,” pungkas Adomas.

Bagikan
Sumber: otomotif.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks