JAWA BARAT — Puluhan pemuda di Gang Manggis, Kelurahan Teluk Lerong Ulu (TLU), Samarinda, kini punya bekal baru: meracik kopi. Mereka mengikuti pelatihan barista yang difasilitasi PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. Bantuan mesin pengolah kopi diserahkan secara simbolis oleh Area Manager Commrel & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, di lokasi setempat.
Bekal Usaha, Jauh dari Pergaulan Negatif
Ahim, 26 tahun, tokoh pemuda yang menginisiasi kegiatan ini, mengatakan pelatihan itu lahir dari keresahan anak-anak muda di lingkungannya. "Agar mereka tidak salah dalam pergaulan, dan agar lebih berdaya ekonomi. Pelatihan ini juga agar teman-teman pemuda di sini bisa membuka usaha kopi di masa depan," kata Ahim.
Pelatihan diikuti 15 pemuda dari RT 15, 16, dan 17. Mereka tidak hanya diajari teknik menyeduh kopi, tetapi juga mendapat gambaran tentang tata kelola bisnis kopi. Edi Mangun menegaskan, Pertamina berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan soal manajemen usaha. "Tidak sedikit usaha gagal karena pengelolaan manajemennya. Jadi ini ke depan juga harus dibekali dengan tata kelola dan manajemen bisnis perkopian," ujar Edi.
Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Rutinitas CSR
Ini bukan kali pertama Pertamina turun tangan di Gang Manggis. Taufik, Ketua RT 16, mengungkapkan bahwa perusahaan pelat merah itu cukup rutin hadir di tengah warganya. "Pertamina cukup rutin membantu warga kami. Di antaranya ada simulasi rutin penanganan situasi darurat karena di sini masuk Ring I Depot BBM. Kemudian juga Pertamina membantu hewan kurban saat Iduladha kemarin," kata Taufik.
Pelatihan barista ini, menurut Taufik, merupakan bentuk lain dari kepedulian CSR yang diarahkan untuk menggerakkan perekonomian warga, khususnya dari kalangan muda. Lurah TLU Anton Sulistiyo pun mengapresiasi langkah tersebut. "Pelatihan ini sangat penting dan sangat berharga. Jadi, manfaatkan sebaik-baiknya untuk bekal masa depan. Dan saya berharap, kepedulian Pertamina akan terus berlanjut di masa mendatang," pesan Anton.
Tantangan Distribusi BBM Tak Surutkan Komitmen
Di tengah penyerahan bantuan, Edi Mangun juga menyentuh soal kondisi operasional Pertamina saat ini. Ia mengakui perusahaan menghadapi tantangan distribusi BBM hingga penilaian miring di media sosial. Namun, Edi menegaskan pihaknya tidak akan mundur. "Kami tidak akan mundur melayani masyarakat, menjaga ketahanan distribusi energi ke tengah masyarakat," jelas Edi.
Pelatihan barista di Gang Manggis menjadi salah satu bukti bahwa perusahaan tetap menjalankan fungsi sosial di Ring I operasionalnya, di tengah tekanan eksternal yang ada.