Pencarian

Rencana Danantara Lepas Kimia Farma dari Holding Bio Farma, Bos KAEF Buka Suara soal Nasib Perusahaan

Kamis, 04 Juni 2026 • 17:16:31 WIB
Rencana Danantara Lepas Kimia Farma dari Holding Bio Farma, Bos KAEF Buka Suara soal Nasib Perusahaan
Djagad menyatakan keputusan final pelepasan Kimia Farma ada di tangan Bio Farma.

JAWA BARAT — Djagad menjelaskan, posisi Kimia Farma saat ini adalah sebagai objek dalam proses tersebut. Artinya, keputusan final sepenuhnya berada di tangan Bio Farma selaku induk usaha.

“Apakah akan dilakukan tahun ini atau tahun depan? Saya tidak bisa menjawab,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/6).

Ia mengungkapkan, Danantara telah meminta seluruh BUMN, termasuk Kimia Farma, untuk meninjau ulang struktur perusahaan dan melakukan penataan. Arahan ini bertujuan untuk mendukung penyederhanaan atau streamlining organisasi.

Efisiensi dan Transformasi Produk Jadi Kunci

Di tengah ketidakpastian rencana holding, Kimia Farma tetap menjalankan program transformasi bisnis. Perusahaan disebut sedang mengkaji langkah-langkah efisiensi, termasuk kemungkinan pengurangan jumlah anak usaha.

“Itu kami sedang berproses lakukan pengajian dari struktur organisasi kami,” kata Djagad.

Strategi lainnya adalah meninggalkan produk-produk komoditas berbiaya tinggi dan beralih ke lini produk inovatif dengan margin tebal (high margin). Langkah ini dibarengi dengan pengelolaan biaya secara menyeluruh, baik dari sisi harga pokok produksi maupun biaya operasional.

Kinerja Membaik: dari Rugi Rp 1,2 Triliun ke Laba Rp 123 Miliar

Hasil transformasi mulai terlihat. Sepanjang 2025, program restrukturisasi keuangan berhasil menekan rugi tahun berjalan hingga 63,3 persen, dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 443,3 miliar.

Memasuki awal 2026, laba bersih Kimia Farma melonjak 197,79 persen menjadi Rp 123,6 miliar. Lonjakan ini ditopang oleh efisiensi operasional dan optimalisasi portofolio produk high margin yang mendorong laba bruto naik menjadi Rp 3,06 triliun dari sebelumnya Rp 2,95 triliun.

“Strategi penyehatan ini tidak hanya berhasil membuat perusahaan berbalik dari rugi menjadi laba, namun juga memperkuat ketahanan bisnis KAEF di tengah ketidakpastian makroekonomi global,” ungkap Djagad dalam keterangannya, Rabu (3/6).

Kebijakan rasionalisasi BUMN sendiri sebelumnya telah ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa reformasi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan hasil usaha negara yang selama ini dinilai masih rendah. Kini, seluruh mata tertuju pada langkah Bio Farma dan Danantara: kapan tepatnya Kimia Farma akan benar-benar dilepas.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks