SUKABUMI — Hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga sore hari pada Minggu (24/5/2026) memicu rangkaian bencana di lima kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengonfirmasi sedikitnya 11 kejadian bencana, terdiri dari banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang terjadi hampir bersamaan.
"Kami bersama P2BK, pemerintah desa, Tagana, relawan, TNI-Polri dan unsur lainnya sudah melakukan assessment serta pendataan di lokasi kejadian," kata Daeng dalam keterangan resminya, Senin (25/5).
Longsor di Cicurug dan Ciambar, Rumah Warga Tertimpa Material
Salah satu kejadian paling parah terjadi di Kecamatan Cicurug. Longsor menimpa Tembok Penahan Tanah (TPT) di Perum BCA, Desa Mekarsari, dengan material sepanjang 20 meter dan tinggi 10 meter menutup akses jalan desa. Di kampung yang sama, banjir merendam tiga rumah warga di Kampung Lio RT 02/05.
Di Kecamatan Ciambar, longsor menyebabkan tebing rumah ambruk dan menimpa pagar serta dua sepeda motor warga di Kampung Cipamutih, Desa Munjul. Sementara itu, di Desa Ginanjar, bagian kamar rumah warga rusak akibat tertimpa material longsor.
Cuaca ekstrem juga merobohkan atap dapur rumah warga di Desa Cihaur. Di Kampung Papisangan, Desa Caringin, Kecamatan Cicurug, longsor mengancam satu rumah yang dihuni enam jiwa.
Banjir Rob di Pantai Palangpang, Akses Jalan Nasional Terendam
Di pesisir selatan, banjir rob terjadi di Pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas sekitar pukul 15.30 WIB. Air laut meluap setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dan merendam warung warga serta badan Jalan Utama Provinsi.
Di Kecamatan Simpenan, longsor merusak Tembok Penahan Tanah (TPT) PAUD Al Hadi di Desa Loji. Material longsoran menimpa bahu Jalan Nasional Bagbagan-Kiaradua. Genangan air setinggi 30-40 sentimeter juga terjadi di Jalan Desa menuju Kampung Ciporekat dan Jalan Provinsi Loji-Geopark.
Sementara itu, di Kecamatan Cidahu, ruas jalan desa yang menghubungkan Kampung Papisangan dengan Babakanpari amblas sekitar satu meter akibat cuaca ekstrem.
BPBD Imbau Warga Waspada Bencana Susulan
Daeng menyebutkan sejumlah kebutuhan mendesak seperti material bangunan, terpal, dan penanganan longsoran masih diperlukan di beberapa titik terdampak. Pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk menghitung total kerugian.
BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor dan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi lanjutan. Cuaca ekstrem diprakirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan di wilayah Jawa Barat bagian selatan.