JAWA BARAT — Dominasi Persib Bandung di Super League 2025/2026 mencapai puncaknya. Kemenangan di musim ini sekaligus mengukuhkan hattrick juara, sebuah pencapaian langka yang menegaskan superioritas Maung Bandung di kancah domestik.
Soliditas tim disebut sebagai faktor utama. Namun, di balik skuad yang kompak, ada lima individu yang tampil konsisten sepanjang musim. Mereka adalah nyawa dari permainan Persib yang stabil, dari lini belakang hingga depan.
Teja Paku Alam: Bangkit dari Keterpurukan
Nasib Teja berubah drastis. Setelah terpinggirkan di musim 2024/2025, kiper 32 tahun ini justru menjadi pilihan utama di bawah mistar. Ia tampil dalam 31 pertandingan, hanya absen di tiga laga.
Catatannya istimewa: hanya kebobolan 19 gol dan menorehkan 18 clean sheet dari 32 laga. Jumlah penyelamatannya juga termasuk yang tertinggi di liga. Kebangkitannya menjadi salah satu kunci pertahanan terbaik Persib.
Federico Barba: Tembok Italia yang Tak Tergoyahkan
Isu hengkang ke Italia sempat menghantui. Namun, bek berusia 32 tahun itu memutuskan bertahan dan menjadi batu karang di lini belakang. Berkat nalurinya yang tajam dalam membaca permainan dan sigap membuang bola, Persib menjadi klub dengan kebobolan paling minim, hanya 22 gol.
Tanpa Barba, barisan pertahanan Maung Bandung mungkin tak akan sekokoh sekarang.
Thom Haye: Otak Kreatif di Lini Tengah
Debutan di Liga Indonesia, Thom Haye langsung menjadi pembeda. Umpan-umpan terobosannya memanjakan lini depan. Pemain Timnas Indonesia ini menjadi kunci dalam laga-laga krusial, seperti melawan Persija dan Borneo FC.
Meski bukan pencetak gol utama, perannya membuka ruang dan peluang menjadi fondasi serangan Persib. Ia adalah orkestrator yang membuat semuanya berjalan harmonis.
Beckham Putra: Wajah Persib dari Dalam
Sebagai putra daerah dan produk binaan internal, Beckham Putra adalah representasi jiwa Persib. Akselerasinya di sisi sayap membuat lawan kewalahan. Pemain 24 tahun ini bukan hanya sekadar pemain sayap, ia adalah inspirator kemenangan di beberapa pertandingan penting.
Andrew Jung: Striker yang Tak Biasa
Persib mungkin tidak memiliki mesin gol haus kering. Namun, Andrew Jung membuktikan diri sebagai yang terbaik. Penyerang asal Prancis ini mengemas 11 gol di Super League, plus dua assist.
Kontribusinya tak berhenti di kompetisi domestik. Ia juga mencetak lima gol dan satu assist di pentas kontinental, menunjukkan kelasnya sebagai striker modern yang tak hanya mencetak gol, tapi juga menciptakan peluang.
Hattrick juara ini bukanlah akhir. Dengan fondasi pemain kunci yang masih prima, Persib berpotensi terus mendominasi sepak bola Indonesia dalam beberapa musim ke depan.