Pencarian

BI Lantik Junanto Herdiawan Jadi Kepala Perwakilan Jawa Barat, Target Ekonomi 4,9-5,7 Persen dan Inflasi Terjaga

Selasa, 12 Mei 2026 • 15:33:53 WIB
BI Lantik Junanto Herdiawan Jadi Kepala Perwakilan Jawa Barat, Target Ekonomi 4,9-5,7 Persen dan Inflasi Terjaga
Junanto Herdiawan resmi dilantik sebagai Kepala Perwakilan BI Jawa Barat menggantikan Muhamad Nur.

BANDUNG — Bank Indonesia resmi menempatkan Junanto Herdiawan sebagai Kepala Perwakilan Provinsi Jawa Barat, menggantikan Muhamad Nur yang telah bertugas selama 2,5 tahun. Pelantikan dilakukan langsung oleh Deputi Gubernur BI Thomas A.M. Djiwandono di Bandung, Senin.

Thomas menyebut rotasi ini bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan di internal BI, terutama dalam menjaga stabilitas dan mendukung ketahanan ekonomi nasional. “Estafet kepemimpinan ini diharapkan dapat semakin memperkuat dukungan BI sebagai mitra utama pemerintah daerah,” ujarnya.

Target Ekonomi Jabar 2026: Tumbuh 5,79 Persen, Inflasi 2,49 Persen

Thomas memaparkan, perekonomian Jawa Barat pada triwulan I 2026 tumbuh 5,79 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dari rata-rata nasional. Inflasi pun terkendali di level 2,49 persen pada April 2026.

Ke depan, BI menargetkan pertumbuhan ekonomi Jabar di kisaran 4,9-5,7 persen (yoy) dengan inflasi tetap dalam rentang sasaran 2,5 persen ± 1 persen pada akhir tahun. “Kami konsisten mendukung penguatan sinergi kebijakan yang mencakup pengendalian harga, akselerasi investasi, reformasi struktural, pengembangan ekonomi kerakyatan, serta digitalisasi sistem pembayaran,” kata Thomas.

Gubernur Dedy Mulyadi Minta BI Jaga Stabilitas Rupiah dan Peredaran Uang

Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi menyambut baik pergantian pimpinan BI di daerah. Ia menekankan, BI sebagai lembaga independen diharapkan terus menjaga stabilitas rupiah dan stabilitas ekonomi. “Peredaran uang di masyarakat juga perlu diperkuat agar lebih merata,” ujar Dedy.

Dedy turut mengapresiasi peran BI selama ini sebagai mitra strategis Pemprov Jabar. “Ke depan, sinergi dan kolaborasi antara BI dan Pemprov Jabar diharapkan semakin kuat untuk mewujudkan Jawa Barat yang istimewa,” tambahnya.

150 Proyek Strategis Senilai Rp 200 Triliun Ditawarkan Lewat WJIC

Kantor Perwakilan BI Jabar terus mengakselerasi penarikan investasi melalui West Java Investment Challenge (WJIC). Saat ini, program tersebut menawarkan sekitar 150 proyek strategis dengan total nilai investasi lebih dari Rp 200 triliun.

Langkah ini berjalan beriringan dengan pengembangan sumber ekonomi baru, seperti perluasan ekonomi syariah dan ekonomi hijau, pemberdayaan ekonomi pondok pesantren sebagai pusat halal value chain, serta penguatan inklusi keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD).

Digitalisasi dan Uang Tunai: QRIS Jabar Tembus 13,38 Juta Pengguna

Di sisi sistem pembayaran, BI Jabar mendorong efisiensi ekonomi melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) guna memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah. Jawa Barat ditargetkan tetap menjadi pemimpin digitalisasi nasional dengan jumlah pengguna QRIS mencapai sekitar 13,38 juta pengguna dan 8,15 juta merchant.

Tak hanya digital, BI juga memastikan ketersediaan uang tunai melalui penyediaan Uang Layak Edar (ULE) yang mencukupi hingga pelosok daerah sebagai bagian dari pelayanan publik.

Koordinator Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jabar mencatat, capaian inflasi yang terkendali tak lepas dari implementasi strategi 4K: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks