KUNINGAN — Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menegaskan bahwa jaminan sosial bagi pekerja rentan adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan dilakukan secara simbolis pada peringatan Hari Buruh di Kuningan, Minggu (1/5).
"Kami telah menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan pada peringatan Hari Buruh yang dilaksanakan hari ini di Kuningan," kata Tuti dalam keterangan resmi yang diterima Antara.
Sasaran: Petani Tembakau hingga Pekerja Informal
Program perlindungan ini menyasar kelompok pekerja yang paling rentan terhadap risiko kerja. Petani tembakau dan cengkeh menjadi prioritas utama karena aktivitas mereka sehari-hari berhadapan langsung dengan risiko fisik dan kecelakaan.
Selain itu, pekerja sektor informal lain di Kuningan juga masuk dalam daftar penerima manfaat. Pemerintah daerah berkomitmen memperluas akses jaminan sosial ketenagakerjaan yang selama ini lebih banyak dinikmati pekerja formal.
30 Ribu Tenaga Kerja Dibutuhkan, 5 Pabrik Besar Segera Berdiri
Di sisi lain, Kabupaten Kuningan tengah bersiap menghadapi lonjakan kebutuhan tenaga kerja. Tuti menyebutkan bahwa sedikitnya lima pabrik besar akan beroperasi di daerah tersebut, sehingga diproyeksikan membutuhkan sekitar 30 ribu tenaga kerja.
Momentum ini dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. "Masyarakat diminta berhati-hati terhadap penyaluran tenaga kerja ilegal ke luar negeri dan selalu berkoordinasi dengan dinas terkait," ujarnya.
Pemagangan ke Jepang: 50 Peserta Dilepas ke Negeri Sakura
Pemerintah daerah juga melepas 50 peserta program pemagangan ke Jepang. Program ini hasil kolaborasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), kementerian terkait, Bursa Kerja Khusus (BKK), dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
"Para peserta harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, meningkatkan kompetensi, dan menjadi generasi pekerja yang profesional," kata Tuti.
Hari Buruh Nol Rupiah: Partisipasi Perusahaan dan Serikat Pekerja
Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Kuningan Krisyudi mengungkapkan bahwa peringatan Hari Buruh tahun ini digelar tanpa menguras anggaran daerah. Seluruh biaya kegiatan ditanggung oleh perusahaan dan serikat pekerja yang berpartisipasi.
"Sumber anggaran kegiatan nol rupiah, seluruhnya didukung melalui partisipasi perusahaan dan berbagai pihak," ujar Krisyudi. Jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari 3.000 orang, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap perlindungan tenaga kerja di Kuningan.