KABUPATEN BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah cepat dengan menetapkan status darurat terhadap penumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan di kawasan Pasar Baleendah, Kabupaten Bandung. Pada Kamis (30/4/2026), belasan truk pengangkut sampah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material limbah yang telah menutup akses mobilitas warga dan pedagang di jalur belakang pasar tersebut.
Kondisi di lapangan menunjukkan tumpukan sampah yang menyerupai lautan limbah, hingga menyulitkan kendaraan untuk melintas. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, yang meninjau langsung proses evakuasi menyatakan bahwa intervensi ini harus segera dilakukan sebelum akses transportasi benar-benar terputus total.
Intervensi Darurat dan Pengerahan Armada Angkut
Dalam operasi pembersihan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerjunkan 3 truk bantuan yang diperkuat oleh 11 truk milik Pemerintah Kabupaten Bandung. Total 14 armada tersebut bekerja secara intensif untuk mengangkut gunungan sampah yang diperkirakan telah menumpuk selama berminggu-minggu tanpa penanganan maksimal.
"Saksikan sendiri, Pasar Baleendah ini lautan sampah. Tadi saya masuk saja susah karena jalan hampir tertutup," ujar Herman Suryatman saat memberikan keterangan di lokasi peninjauan. Ia menegaskan bahwa jika tindakan evakuasi tidak dilakukan hari ini, ia memprediksi akses jalan di belakang pasar akan putus total dalam waktu dua hari ke depan.
Herman menargetkan proses pembersihan tumpukan sampah yang meluber ke jalan ini dapat rampung dalam kurun waktu dua hingga tiga hari. Seluruh material sampah yang berhasil diangkut akan langsung dialokasikan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sebagai solusi jangka pendek untuk mengurai kemacetan logistik sampah di wilayah tersebut.
Krisis Kuota TPA Sarimukti Jadi Pemicu Utama
Penumpukan sampah yang luar biasa di Pasar Baleendah ini bukan tanpa alasan. Ketua Pengelola TPS Pasar Baleendah, Indra Sukoco, mengungkapkan bahwa krisis ini dipicu oleh pembatasan kuota pembuangan sampah ke TPA Sarimukti yang diberlakukan dalam dua bulan terakhir. Hal ini menyebabkan ritase pengangkutan sampah dari pasar tidak berjalan normal.
Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) per Selasa (28/4), Kabupaten Bandung kini hanya mendapatkan kuota pembuangan sebesar 280 ton per hari ke TPA Sarimukti. Angka ini sangat timpang jika dibandingkan dengan volume sampah harian di Kabupaten Bandung yang mampu mencapai 1.000 ton per hari, sehingga terjadi beban berlebih atau overload di berbagai titik penampungan.
Keterbatasan lahan di TPA Sarimukti memaksa pemerintah provinsi untuk memperketat aliran masuk sampah. Kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah daerah di wilayah Bandung Raya bahwa ketergantungan sepenuhnya pada pembuangan akhir di Sarimukti tidak lagi bisa diandalkan secara permanen karena kapasitasnya yang semakin menipis.
Mendorong Pengelolaan Mandiri dan Edukasi Hulu
Menyikapi fenomena ini, Sekda Herman Suryatman mendorong Pemkab Bandung dan pengelola pasar untuk mulai membangun instalasi pengelolaan sampah mandiri. Berdasarkan catatan Pemprov Jabar, sekitar 75 persen material sampah yang menumpuk di Pasar Baleendah merupakan sampah organik yang sebenarnya memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan tepat.
"Kami mendorong pembangunan instalasi pengelolaan mandiri seperti budidaya maggot atau pembuatan kompos untuk memutus rantai pembuangan akhir," kata Herman. Dengan mengolah sampah organik di lokasi, beban sampah yang harus dibuang ke TPA dapat berkurang secara signifikan, sekaligus memberikan peluang ekonomi baru bagi pengelola pasar.
Selain faktor teknis pengangkutan, rendahnya kedisiplinan warga dalam membuang sampah domestik ke area pasar turut memperburuk situasi. Aparat kewilayahan mulai dari tingkat RT, RW, hingga lurah diminta untuk lebih masif mengedukasi masyarakat agar mulai memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya di tingkat rumah tangga.
Saat ini, koordinasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan, hingga Satgas Citarum Harum terus diperkuat. Langkah kolektif ini diharapkan dapat memastikan wilayah Bandung Raya tidak menghadapi ledakan sampah yang tak terkendali di masa mendatang, sembari mencari solusi permanen selain pembuangan ke TPA Sarimukti.