JAWA BARAT — Kehamilan membawa banyak perubahan fisik, termasuk pada area pusar. Sebagian ibu mungkin kaget saat pusar yang tadinya masuk ke dalam tiba-tiba menonjol keluar, lalu bertanya-tanya apakah ini pertanda bayi laki-laki.
Anggapan tersebut sudah lama beredar di masyarakat. Namun, fakta medisnya berbeda. Menonjolnya pusar selama hamil adalah proses alami yang terjadi karena rahim membesar dan menekan dinding perut, bukan indikasi jenis kelamin janin.
Seiring pertumbuhan janin, rahim naik dari area panggul dan menekan dinding perut ke arah depan. Tekanan internal ini mendorong keluar segala lekukan, termasuk pusar.
Bayangkan perut seperti balon yang sedang ditiup. Saat balon mengembang, permukaannya mengencang dan pusar ikut terdorong keluar. Pada sebagian perempuan, pusar hanya rata sejajar kulit. Pada lainnya, pusar menonjol cukup jelas—kondisi yang normal dan tidak membahayakan janin.
Perubahan biasanya mulai terlihat jelang akhir trimester kedua, sekitar usia kehamilan 26-28 minggu. Pada fase ini, rahim sudah cukup besar untuk menekan dinding perut secara signifikan.
Meski umum terjadi, tidak semua ibu hamil mengalaminya. Hal ini tergantung beberapa faktor seperti posisi rahim, elastisitas kulit, jumlah lemak perut, dan riwayat kehamilan sebelumnya.
Beberapa kondisi berikut menentukan apakah pusar Bunda akan menonjol atau tidak selama kehamilan:
Tidak ada penelitian medis yang membuktikan hubungan antara bentuk pusar dengan jenis kelamin bayi. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Dr. Karmon James, MD, menegaskan kondisi ini tidak terjadi di setiap kehamilan dan tidak ada pola tertentu.
"Ini tidak terjadi di setiap kehamilan," ujarnya seperti dikutip dari Cleveland Clinic.
Jadi, pusar yang menonjol atau tetap rata bukan penentu apakah Bunda mengandung bayi laki-laki atau perempuan. Satu-satunya cara akurat mengetahui jenis kelamin adalah melalui pemeriksaan USG oleh tenaga medis.
Kabar baiknya, pusar yang menonjol hanya kondisi sementara. Setelah persalinan, tekanan di dalam perut berkurang drastis. Rahim menyusut kembali ke ukuran semula dan otot perut berangsur mengencang, sehingga pusar perlahan kembali ke bentuk aslinya.
Proses ini biasanya berlangsung dalam beberapa minggu hingga bulan setelah melahirkan. Selama menunggu, Bunda bisa meredakan ketidaknyamanan akibat gesekan dengan memakai pakaian longgar dan mengoleskan pelembap untuk mencegah kulit kering atau gatal di sekitar pusar.
Yang terpenting, menonjol atau tidaknya pusar sama sekali tidak memengaruhi kesehatan janin. Ini hanyalah perubahan tampilan fisik akibat proses alami membesarnya perut. Jika Bunda merasa khawatir atau merasakan nyeri berlebihan di area pusar, konsultasikan dengan dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut.