Gas Natuna untuk Dalam Negeri Terwujud, PLN EPI Rampungkan Sambungan Pipa Kritis di Laut 29 Meter

Penulis: Okta Nugraha  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 20:27:01 WIB
Penyelesaian sambungan pipa kritis di kedalaman 29 meter menandai kemajuan proyek gas Natuna untuk dalam negeri.

JAWA BARAT — Pekerjaan hot tap merupakan teknik penyambungan pipa baru ke jaringan utama tanpa menghentikan aliran gas. Proyek ini dilakukan di kedalaman laut 29 meter tanpa kebocoran, menjadikannya salah satu tahapan dengan tingkat kesulitan teknis tertinggi di industri migas.

Gas Natuna Akhirnya Mengalir ke RI Setelah Bertahun-tahun

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyambut baik penyelesaian tahap kritis ini. "InsyaAllah minggu depan commissioning. Tim SKK Migas sedang menyiapkan gas untuk commissioning-nya agar gas dari Natuna untuk pertama kalinya dapat mengalir ke Republik Indonesia, yang sudah ditunggu-tunggu sejak bertahun-tahun lamanya," ujarnya.

Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menambahkan, proyek akan memasuki tahap commissioning dan pengaliran gas tahap awal dengan volume sekitar 25 juta kaki kubik per hari. Pasokan ini akan mendukung kebutuhan sistem kelistrikan Batam.

"Keberhasilan ini menunjukkan PLN EPI mampu menjalankan mandat dari Menteri ESDM untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping," kata Rakhmad.

PLN EPI Sudah Teken Kontrak Pasokan 111 MMSCFD hingga 2037

PLN EPI telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas dengan West Natuna Exploration Limited (WNEL) untuk pasokan gas sampai dengan 111 juta kaki kubik gas per hari untuk periode 2027-2037.

Gas Natuna akan memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit PLN di Sumatra dan Batam. Dua pembangkit yang akan menikmati aliran gas ini adalah PLTGU Tanjung Uncang berkapasitas 135,29 MW dan PLTGU IPP Tanjung Uncang milik PT Energi Listrik Batam (ELB) berkapasitas 109,4 MW.

Selain meningkatkan keandalan listrik, penggunaan gas bumi juga mengurangi risiko ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM). "Penggunaan gas lebih bersih dibandingkan BBM," ujar Rakhmad.

Dukung Daya Saing Batam sebagai Pusat Industri

Pembangunan pipa WNTS-Pemping juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan kawasan industri, manufaktur, hingga ekonomi digital di Batam. Infrastruktur ini memastikan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing Batam sebagai pusat logistik dan investasi nasional.

Proyek ini melibatkan lebih dari 700 tenaga kerja, mulai dari proses fabrikasi hingga pekerjaan offshore, nearshore, dan onshore. Dengan selesainya tahapan hot tap, proyek kini memasuki fase akhir sebelum gas Natuna resmi mengalir untuk mendukung ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top