JAWA BARAT — BMKG melaporkan gempa utama terjadi pukul 10.27.45 WIB dengan episenter di koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT, sekitar 42 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah. Pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer, masuk kategori gempa dangkal.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Mekanisme sumbernya adalah pergerakan turun atau normal fault.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (16/6).
Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) dan observasi instrumentasi, gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Di Palu, guncangan mencapai skala intensitas VI-VII MMI — level yang dapat menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan rentan.
Wilayah Sigi mencatat intensitas V-VI MMI. Sementara itu, gempa juga terasa di Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju, dan Pasangkayu dengan skala III MMI. Daerah Pinrang, Parepare, Pohuwato, Boalemo, serta sejumlah kabupaten di Gorontalo dan Luwu Utara melaporkan guncangan II-III MMI.
BMKG mencatat sembilan kali aktivitas gempa susulan (aftershock) hingga pukul 11.20 WIB. Gempa susulan terbesar memiliki magnitudo 5,1. Lembaga tersebut menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik dan memberikan pembaruan informasi secara berkala.
Meski hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG.
Sebelum kembali ke dalam rumah, masyarakat perlu memastikan kondisi bangunan aman dan tidak membahayakan keselamatan. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat hanya mengakses informasi resmi melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta akun media sosial resmi BMKG.