JAWA BARAT — Turpin bukan nama asing di pentas Eropa. Pria 40 tahun ini memimpin final Liga Europa 2021 dan final Liga Champions 2022. Ia juga menjadi pengadil saat Inggris bermain imbang 0-0 melawan Slovenia di Euro 2024.
Tuchel meledak setelah Bayern Munich tersingkir dari Liga Champions musim lalu. Kekalahan agregat 4-1 dari Manchester City pada April 2023 membuatnya menyebut performa Turpin "kelas E" atau setara nilai 1 dari 10.
"Dua hal tidak bisa mengikuti level pertandingan—kondisi lapangan kurang baik dan wasit, sayangnya, adalah Grade E," ujar Tuchel kala itu.
Di leg kedua perempat final Allianz Arena, Turpin mengeluarkan lima kartu kuning di babak pertama. Ia juga memberikan kartu merah langsung kepada bek Bayern, Dayot Upamecano, karena dianggap melanggar Erling Haaland sebagai pemain terakhir. Keputusan itu kemudian dibatalkan oleh VAR karena Haaland terdeteksi offside.
Tuchel sendiri mendapat dua kartu kuning dari Turpin hingga harus menyaksikan sisa laga dari tribun. "Dia meniup peluit untuk semuanya. Segalanya melawan kami. Pada akhirnya, kami tidak pernah punya kesempatan untuk membalikkan keadaan dengan tiga pemain melawan kami. Itu fakta," tambah Tuchel.
Gelandang Inggris, Jude Bellingham, juga pernah merasakan ketegasan Turpin. Saat masih membela Real Madrid, Bellingham didorong menjauh dari titik penalti oleh Turpin ketika mencoba mengganggu eksekusi Harry Kane yang saat itu membela Bayern Munich.
Meski menuai kontroversi, Turpin tetap dianggap sebagai salah satu wasit terbaik Eropa. Ia memimpin final Liga Europa 2021 antara Villarreal dan Manchester United, serta final Liga Champions 2022 antara Liverpool dan Real Madrid. Pengalamannya di turnamen besar membuatnya kembali dipercaya untuk laga krusial Inggris melawan Kroasia.