DEPOK — Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Depok tancap gas melaksanakan program pembinaan sepak bola usia muda melalui gelaran Liga Jabar Istimewa Piala Walikota Depok 2026. Kepastian jadwal dan pembagian grup diputuskan melalui agenda Manager Meeting serta Drawing yang dihadiri puluhan perwakilan klub anggota.
Turnamen ini merupakan bagian dari penguatan ekosistem sepak bola prestasi di Jawa Barat. Kompetisi dijadwalkan berlangsung sepanjang Mei 2026 dengan menyasar tiga kategori usia, yakni U-10, U-12, dan U-14.
Berbeda dengan turnamen pada umumnya, PSSI Kota Depok memberikan perhatian khusus pada aspek keselamatan pemain di lapangan. Setelah agenda teknis selesai, penyelenggara menggandeng Dinas Kesehatan Kota Depok untuk memberikan Pelatihan Penanganan Cedera dan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Seluruh perwakilan klub dan Sekolah Sepak Bola (SSB) binaan diwajibkan memahami prosedur medis dasar. Hal ini bertujuan agar setiap elemen tim memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat saat pertandingan berlangsung.
Ketua PSSI Kota Depok, Meiyadi Rakasiwi, menegaskan bahwa kualitas kompetisi harus sejalan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, keselamatan pemain muda merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar dalam sistem pembinaan sepak bola.
“Kompetisi bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga tentang membangun sistem pembinaan yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Karena itu, kami tidak hanya fokus pada pertandingan, tetapi juga memastikan seluruh elemen memahami penanganan cedera dan keselamatan pemain sebagai prioritas utama,” ujar Meiyadi.
Antusiasme klub sepak bola di Depok terlihat dari jumlah partisipan yang mencapai 73 tim. Berikut adalah rincian pembagian kategori dan format penyisihan grup:
Tingginya angka partisipasi ini dianggap sebagai sinyal positif perkembangan pembinaan akar rumput di Kota Depok. Meiyadi menyebut kepercayaan masyarakat terhadap program PSSI terus meningkat setiap tahunnya.
Pertandingan akan dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Lapangan Sepak Bola Kukusan dan Lapangan Sepak Bola Beji Timur. PSSI Kota Depok juga berencana menghadirkan Wali Kota Depok serta jajaran pimpinan PSSI Jawa Barat pada seremoni pembukaan nanti.
Sinergi antara program provinsi dan kebijakan olahraga pemerintah daerah menjadi kunci utama pelaksanaan liga ini. Melalui kompetisi yang terukur, Depok diharapkan mampu menyumbang bibit pemain untuk level nasional maupun internasional.
“Kami akan terus bergerak selaras dengan program PSSI Jawa Barat dan Pemerintah Kota Depok. Harapannya, melalui sinergi ini, sepak bola Kota Depok mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang nantinya bisa berprestasi di level provinsi, nasional, bahkan internasional,” kata Meiyadi menutup keterangannya.