Tekan Pengangguran, Pemkab Majalengka Sediakan 3.536 Lowongan Kerja di Job Fair

Penulis: Prayoga Santana  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 13:21:20 WIB
Pemkab Majalengka selenggarakan Job Fair 2026 dengan 3.536 lowongan kerja dari 20 perusahaan.

MAJALENGKA — Pemerintah Kabupaten Majalengka memperluas akses penyerapan tenaga kerja lokal melalui penyelenggaraan Job Fair 2026. Sebanyak 20 perusahaan terlibat dalam agenda ini dengan total formasi mencapai 3.536 lowongan kerja yang bisa diakses langsung oleh masyarakat.

Langkah ini diambil sebagai strategi percepatan pengurangan angka pengangguran di wilayah tersebut. Bupati Majalengka, Eman, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah daerah dalam memfasilitasi pertemuan antara penyedia lapangan kerja dan warga yang membutuhkan pekerjaan.

Dominasi Tenaga Kerja Perempuan di Industri Majalengka

Data terbaru menunjukkan tren menarik dalam penyerapan tenaga kerja di Majalengka. Hingga 4 Mei 2026, kerja sama Pemkab Majalengka dengan 23 perusahaan telah berhasil menyerap 2.009 orang dari total 2.634 pencari kerja yang mengikuti rekrutmen di BLK Cakraningrat.

Dari jumlah tenaga kerja yang terserap tersebut, sebanyak 90,01 persen atau 1.812 orang adalah perempuan. Bupati Eman menilai angka ini mencerminkan dinamika industri di Majalengka yang sangat kompetitif.

“Ini menunjukkan iklim ketenagakerjaan Majalengka semakin kompetitif dan mampu menarik minat industri,” ujar Eman saat memberikan keterangan resmi terkait capaian rekrutmen daerah.

Jatiwangi dan Ligung Jadi Penyumbang Pelamar Terbanyak

Antusiasme warga terhadap bursa kerja ini terlihat dari sebaran asal wilayah para pelamar. Berdasarkan catatan panitia Job Fair 2026, terdapat lima kecamatan yang mendominasi jumlah pencari kerja di Majalengka.

  • Kecamatan Jatiwangi: 204 orang
  • Kecamatan Ligung: 106 orang
  • Kecamatan Majalengka: 93 orang
  • Kecamatan Sumberjaya: 79 orang
  • Kecamatan Leuwimunding: 72 orang

Pemerintah daerah menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Fokus utama tetap pada hasil akhir, yakni memastikan warga Majalengka mendapatkan pekerjaan yang layak dan profesional.

“Kami tidak ingin ini hanya seremonial. Targetnya jelas: tekan angka pengangguran dan tingkatkan kesejahteraan,” tegas Eman.

Respons Positif Warga Terhadap Sistem Rekrutmen Terpadu

Sistem rekrutmen yang terpusat di satu lokasi memudahkan warga dalam melamar pekerjaan. Rina (22), warga asal Jatiwangi, merasa sangat terbantu dengan adanya Job Fair ini karena tidak perlu mendatangi kantor perusahaan satu per satu.

“Prosesnya lebih jelas dan cepat, nggak perlu datang satu-satu,” kata Rina saat ditemui di lokasi kegiatan.

Harapan serupa disampaikan oleh Andri (24), pencari kerja asal Ligung. Ia berharap agenda bursa kerja seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin untuk mengakomodasi lulusan baru setiap tahunnya.

“Pilihannya banyak. Semoga bisa segera diterima dan mulai bekerja,” ungkapnya. Melalui Job Fair 2026, Pemkab Majalengka optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dengan memaksimalkan potensi sumber daya manusia lokal.

Reporter: Prayoga Santana
Back to top