JAWA BARAT — Harga emas Antam pada 24 Oktober 2026 tidak bergerak dari posisi Rp2.540.000 per gram, sementara nilai buyback ditetapkan Rp2.335.000 per gram. Stagnasi harga membuat selisih jual-beli atau spread tetap Rp205.000 per gram, angka yang perlu dicermati investor sebelum membeli emas batangan.
Selisih Harga Jual dan Buyback Capai Rp205.000 per Gram
Selisih antara harga jual emas Antam dan harga buyback per gram tercatat Rp205.000. Angka itu menjadi patokan kasar berapa nilai yang harus dipulihkan investor sebelum transaksi emasnya menghasilkan keuntungan.
Semakin cepat rencana penjualan kembali, semakin besar pula pengaruh spread terhadap hasil akhir. Investor yang membeli emas untuk dijual dalam waktu dekat perlu menghitung selisih tersebut, bukan hanya melihat pergerakan harga harian.
Harga buyback sendiri merupakan acuan yang dipakai Antam saat membeli kembali emas dari masyarakat. Nilainya biasanya lebih rendah dari harga jual karena sudah memperhitungkan biaya cetak, distribusi, dan margin.
Rincian Harga Emas Antam per Ukuran
Emas Antam ukuran terkecil, 0,5 gram, dibanderol Rp1.320.000. Adapun ukuran 1 gram tetap di Rp2.540.000 dan 2 gram di Rp5.020.000.
Untuk ukuran menengah, emas 3 gram dijual Rp7.505.000, 5 gram Rp12.475.000, dan 10 gram Rp24.895.000. Sementara ukuran 25 gram tercatat Rp62.112.000 dan 50 gram Rp124.145.000.
Pada ukuran besar, harga emas 100 gram mencapai Rp248.212.000, 250 gram Rp620.265.000, dan 500 gram Rp1.240.320.000. Ukuran paling besar, 1.000 gram, dibanderol Rp2.480.600.000.
- 0,5 gram: Rp1.320.000
- 1 gram: Rp2.540.000
- 2 gram: Rp5.020.000
- 3 gram: Rp7.505.000
- 5 gram: Rp12.475.000
- 10 gram: Rp24.895.000
- 25 gram: Rp62.112.000
- 50 gram: Rp124.145.000
- 100 gram: Rp248.212.000
- 250 gram: Rp620.265.000
- 500 gram: Rp1.240.320.000
- 1.000 gram: Rp2.480.600.000
Mengapa Harga Emas Antam Bisa Stagnan
Harga emas Antam umumnya mengikuti pergerakan harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketika kedua faktor itu relatif stabil, harga jual emas batangan di dalam negeri cenderung tidak berubah.
Stagnasi juga bisa terjadi karena penyesuaian harga dilakukan secara berkala, tidak setiap saat. Artinya, harga yang terpampang di laman Logam Mulia bisa bertahan meski ada fluktuasi kecil di pasar global.
Bagi pembeli, kondisi ini memberi kesempatan membandingkan harga antarukuran tanpa tekanan kenaikan mendadak. Bagi penjual, nilai buyback yang tidak berubah berarti perhitungan realisasi keuntungan tetap mengacu pada angka yang sama seperti perdagangan sebelumnya.
Yang Perlu Dicermati Investor Emas Batangan
Selain spread, investor perlu memperhatikan biaya cetak yang sudah melekat pada harga jual. Emas ukuran kecil umumnya memiliki biaya cetak per gram lebih tinggi dibanding ukuran besar, sehingga selisih efektifnya bisa lebih lebar dari Rp205.000.
Pajak dan ketentuan administrasi saat buyback juga memengaruhi nilai bersih yang diterima. Karena itu, membandingkan harga jual dan buyback saja belum cukup untuk menghitung imbal hasil riil.
Emas Antam tetap menjadi pilihan populer sebagai instrumen lindung nilai, terutama di tengah ketidakpastian pasar keuangan. Namun, karakteristiknya sebagai aset jangka panjang membuat perhitungan spread dan biaya transaksi menjadi kunci.
Penutup: Harga yang stagnan pada 24 Oktober 2026 menegaskan bahwa keputusan membeli atau menjual emas Antam sebaiknya tidak bertumpu pada pergerakan harian semata. Selisih Rp205.000 per gram antara harga jual dan buyback adalah biaya nyata yang harus diperhitungkan sejak awal, terutama bagi investor dengan horizon jangka pendek.