JAWA BARAT — Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berakhir Minggu (9/8) menjadi panggung kesuksesan besar bagi Wuling Motors. Selama sebelas hari penyelenggaraan, pabrikan asal China ini membukukan ribuan surat pemesanan kendaraan (SPK), dengan model listrik perkotaan terbarunya, Aira EV, mendominasi hampir di semua lini.
Angka ini bukan sekadar statistik pameran. Respons pasar terhadap Aira EV menunjukkan pergeseran preferensi konsumen Indonesia yang mulai serius melirik kendaraan listrik untuk kebutuhan harian, terutama di segmen harga yang lebih terjangkau.
Aira EV: Kontributor Utama dengan 2.238 Unit Terjual
Model yang baru diperkenalkan secara resmi di GIIAS 2026 ini langsung mencuri perhatian. Aira EV menyumbang sekitar 68 persen dari total pemesanan, atau tepatnya 2.238 unit. Mobil dengan konsep mini perkotaan ini hadir dalam dua varian: Standard Range dengan jarak tempuh hingga 205 km (CLTC) dan Long Range yang diklaim mampu menempuh 301 km (CLTC).
Harga yang diumumkan untuk wilayah Jakarta berada di kisaran Rp 155-175 juta. Dengan banderol tersebut, Aira EV bersaing langsung di segmen mobil listrik entry-level yang sedang panas, menawarkan dimensi ringkas yang ideal untuk manuver di perkotaan.
Darion EV dan Eksion EV: Pelengkap yang Tetap Laris
Mobil keluarga Darion EV juga mencatatkan performa impresif dengan mengantongi 517 unit pemesanan. Angka ini menegaskan bahwa pasar mobil listrik keluarga di Indonesia tetap sehat. Sementara itu, model Eksion EV menyumbang 179 unit, melengkapi total keseluruhan SPK Wuling selama pameran.
Antusiasme pengunjung tidak berhenti pada pemesanan. Aktivitas test drive juga mencapai angka tinggi, yaitu 2.203 aktivitas selama pameran berlangsung. Aira EV, Darion EV, dan Eksion EV secara berurutan menjadi tiga model yang paling banyak dicoba pengunjung, menandakan minat nyata untuk mencoba teknologi sebelum memutuskan membeli.
Strategi Harga dan Posisi di Pasar
Keberhasilan Wuling di GIIAS 2026 tidak lepas dari strategi harga yang agresif untuk Aira EV. Dengan banderol di bawah Rp 200 juta, Wuling secara langsung menantang dominasi pemain lain di segmen mobil listrik murah. Ini adalah posisi yang menarik: konsumen mendapatkan mobil listrik baru dengan garansi pabrikan, bukan sekadar konversi atau produk impor dengan dukungan purna jual yang minim.
Direktur Operasi Penjualan Wuling Motors, Kharismawan Awangga, dalam pernyataan resminya mengatakan pencapaian ini menunjukkan respons positif konsumen terhadap lini kendaraan yang dihadirkan. "Kami berharap kehadiran Aira EV dapat semakin memberikan pilihan mobilitas listrik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia," ujarnya.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Meski angka penjualan mengesankan, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan pembeli sebelum memesan Aira EV.
- Klaim Jarak Tempuh: Angka 205 km dan 301 km menggunakan standar CLTC yang cenderung lebih optimistis dibandingkan WLTP atau NEDC. Pemakaian nyata di jalanan macet dengan AC menyala akan menghasilkan angka lebih rendah.
- Fokus Perkotaan: Dengan dimensi mini dan jarak tempuh yang terbatas, mobil ini kurang ideal untuk perjalanan antar kota. Kapasitas baterai dan kecepatan pengisian daya perlu dipertimbangkan matang jika Anda sering menempuh perjalanan jauh.
- Harga OTR: Angka Rp 155-175 juta adalah harga untuk wilayah Jakarta. Harga di luar Jakarta bisa berbeda karena faktor pajak daerah dan biaya pengiriman.
Verdict: Mobil Kedua yang Tepat untuk Keluarga Muda
Dengan total 3.290 SPK, Wuling jelas berhasil membuktikan bahwa produknya diterima pasar. Aira EV, dengan harga di bawah Rp 200 juta, adalah pilihan sangat menarik sebagai mobil kedua untuk kebutuhan harian di dalam kota. Efisiensi biaya operasional listrik dibandingkan bensin akan sangat terasa dalam pemakaian rutin.
Namun, jika ini adalah satu-satunya mobil di rumah dengan kebutuhan jarak tempuh jauh, Anda perlu mempertimbangkan varian Long Range atau melihat opsi lain. Wuling juga membawa pulang dua penghargaan dari GIIAS 2026: mobil EV paling banyak dijajal untuk Aira EV dan stan dengan kerja sama terbaik berkat kolaborasi dengan Toy Story 5. Ini menunjukkan eksekusi pemasaran yang kuat, sejalan dengan performa penjualan yang solid.