CIREBON — Sebanyak 540 siswa akan mengisi 18 rombongan belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Cirebon yang mulai beroperasi tahun ini. Setiap jenjang pendidikan—SD, SMP, dan SMA—akan diisi 180 siswa yang berasal dari Cirebon Raya dan sekitarnya.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman menyebut bahwa peluncuran sekolah ini akan digelar bertepatan dengan dimulainya MPLS pada 31 Juli 2026. “Nanti akan dilaksanakan launching pada tanggal 31 Juli tahun ini. Kami dari pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan pemerintah pusat atas perhatian kepada Kabupaten Cirebon sehingga tahun ini bisa me-launching Sekolah Rakyat,” kata Agus dalam keterangan yang diterima, Sabtu (11/7/2026).
Fasilitas dan Layanan Dasar Disiapkan untuk Kegiatan Belajar
Pemerintah daerah bersama Kementerian Sosial terus mematangkan sejumlah aspek pendukung, mulai dari sarana pendidikan hingga layanan dasar. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas sekolah siap sebelum peserta didik mulai menempati lingkungan pendidikan tersebut.
Agus menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak semua warga negara. “Jumlah siswa yang nanti akan ditempatkan di Sekolah Rakyat ini berjumlah 540 siswa. Mudah-mudahan bisa bermanfaat karena pendidikan merupakan hak semua warga negara,” ujarnya.
Empat Daerah Asal Siswa: Cirebon, Kuningan, Majalengka
Sekolah Rakyat Terintegrasi tidak hanya menampung siswa dari Kabupaten Cirebon, tetapi juga dari Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka. Langkah ini diambil untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di kawasan Ciayumajakuning.
Pemerintah berharap keberadaan sekolah ini bisa menjadi solusi bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal karena kendala ekonomi. Seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan dasar siswa ditanggung oleh negara melalui skema terpadu.