CIREBON — BBWS Cimanuk Cisanggarung memastikan pasokan air irigasi tetap aman selama musim kemarau meski ancaman kekeringan mengintai. Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Cimancis Martius mengatakan kondisi tampungan air di Bendungan Jatigede, Waduk Darma, dan Bendungan Cipanas masih berada di atas normal.
Prioritas Distribusi Air untuk Musim Tanam II
Distribusi air kini diprioritaskan untuk menyuplai kebutuhan Musim Tanam (MT) II yang berlangsung pada Juni-Juli. BBWS telah menyiapkan sumber daya manusia, peralatan, serta unit pengelola bendungan dan irigasi untuk merespons potensi kekeringan yang diperkirakan lebih tinggi dari prakiraan awal tahun.
"Curah hujannya jauh di bawah normal seperti yang disampaikan oleh BMKG. Jadi untuk menghadapi itu, sebagai langkah antisipasi, kami dari balai sudah menyiapkan sumber daya yang ada," kata Martius di Cirebon, Kamis.
Wilayah Rawan Kekeringan: Indramayu hingga Pesisir Cirebon
BBWS telah mengidentifikasi sejumlah daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Wilayah tersebut meliputi daerah irigasi di Indramayu, Sumedang, Garut, dan Majalengka, serta kawasan pesisir Kabupaten Cirebon bagian timur yang setiap kemarau rawan kekurangan air bersih.
Pemerintah daerah diminta segera melapor jika terjadi potensi kekeringan, baik di daerah irigasi maupun permukiman, agar penanganan bisa lebih cepat.
Kolaborasi dengan PDAM dan Bantuan Pompa Tenaga Surya
Untuk kebutuhan air bersih, BBWS akan berkolaborasi dengan Perumda Air Minum (PDAM) setempat dalam pendistribusian menggunakan mobil tangki. Sementara untuk layanan irigasi, BBWS akan mengoptimalkan bantuan pompa, termasuk pompa tenaga surya dan pompa bergerak, jika sumber air masih tersedia di lokasi terdampak.
"Apabila memang membutuhkan ketersediaan air bersih, kami akan kerja sama dengan PDAM dalam sistem pendistribusiannya. Kalau untuk irigasi, apabila sumbernya ada, kami akan membantu melalui pompa," ujar Martius.
BMKG: Puncak Kekeringan Diprediksi Agustus-September
Dalam rapat koordinasi, BMKG Jawa Barat memprakirakan curah hujan selama tiga bulan ke depan berada di bawah normal. Potensi kekeringan diperkirakan meningkat pada Agustus hingga September. Pemerintah daerah diminta memperkuat mitigasi di sektor pertanian, penyediaan air bersih, dan pengelolaan sumber daya air.