BANDUNG — Perombakan jajaran staf kepelatihan Persib Bandung terus berlanjut. Klub memastikan Miro Petric, asisten pelatih fisik asal Kroasia, tidak lagi menjadi bagian dari tim pelatih untuk musim depan. Pria berusia 40 tahun itu merupakan staf pertama yang direkrut Bojan Hodak saat pelatih asal Kroasia tersebut mulai menangani Persib pada awal musim Liga 1 2023/24.
Kontribusi di Balik Tiga Gelar Beruntun
Selama dua musim, Petric bekerja di balik layar untuk memastikan kondisi fisik pemain tetap prima. Ia menjadi bagian dari tim pelatih yang mengantarkan Persib meraih tiga gelar juara liga secara berturut-turut — sebuah pencapaian langka di sepak bola Indonesia. Petric berkolaborasi dengan Goran Paulic, Igor Tolic, Yaya Sunarya, serta pelatih kiper Luizinho Passos, Mario Jozic, dan I Made Wirawan.
“Miro telah memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perjalanan Persib dalam beberapa musim terakhir. Dengan dedikasi, disiplin, dan profesionalismenya, ia turut membantu menjaga performa dan kebugaran para pemain sehingga tim mampu tampil kompetitif di berbagai kompetisi,” kata Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, dalam pernyataan resmi.
Apresiasi Manajemen dan Doa untuk Karier Berikutnya
Manajemen Persib memastikan jasa Petric akan tetap tercatat dalam sejarah klub. Adhitia menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada staf asal Kroasia tersebut. “Kami mendoakan yang terbaik untuk Miro Petric dalam perjalanan karier berikutnya. Semoga kesuksesan selalu menyertai setiap langkahnya. Hatur nuhun atas seluruh dedikasi dan kontribusinya untuk Persib,” ujarnya.
Kepergian Petric menambah daftar perubahan di tubuh Persib. Klub kini tengah menyusun ulang komposisi tim, termasuk di sektor staf kepelatihan, sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/27. Sejauh ini, belum ada pengumuman soal pengganti Petric untuk posisi asisten pelatih fisik.
Mengapa Fisik Pemain Jadi Kunci Sukses Persib?
Di bawah arahan Bojan Hodak, Persib dikenal dengan pressing tinggi dan transisi cepat. Peran Petric sebagai pelatih fisik menjadi krusial untuk menjaga intensitas permainan sepanjang musim. Padatnya jadwal Liga 1 serta partisipasi di kompetisi Asia membuat regenerasi kebugaran pemain menjadi prioritas utama tim pelatih. Tanpa sosok seperti Petric, konsistensi performa skuad Pangeran Biru sulit terjaga.