BOGOR — Aksi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlangsung di Alun-Alun Kabupaten Bogor. Massa yang terdiri dari perwakilan masyarakat dan relawan menyuarakan harapan agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu terus berjalan dan diperluas jangkauannya.
Apa Tuntutan Massa Pendukung MBG di Bogor?
Dalam orasinya, massa mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan distribusi makanan bergizi menjangkau seluruh anak sekolah dan ibu hamil di Bogor. Mereka juga meminta transparansi anggaran dan pengawasan ketat agar tidak ada penyelewengan dana program.
“Kami ingin MBG tidak berhenti di Bogor. Ini program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar salah satu koordinator aksi di lokasi.
Mulyadi: Aspirasi Akan Dibawa ke Istana
Anggota DPR RI Mulyadi yang turun langsung menemui massa mengaku siap menjadi jembatan antara warga dan pemerintah pusat. Ia menerima sejumlah poin tuntutan yang disampaikan secara tertulis.
“Insyaallah, semua aspirasi ini akan saya sampaikan langsung ke Bapak Presiden Prabowo. Program MBG adalah program strategis, masukan dari masyarakat sangat penting,” kata Mulyadi di hadapan pendemo.
Politisi itu menambahkan, dirinya akan mendorong agar pelaksanaan MBG di Jawa Barat mendapat perhatian khusus, terutama dalam hal pendataan penerima manfaat dan logistik pangan.
Mengapa Program MBG Ramai Didukung di Bogor?
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran. Di Bogor, sejumlah sekolah dan posyandu telah menjadi pilot project penyaluran makanan bergizi sejak beberapa bulan terakhir. Warga menilai program ini membantu mengurangi beban pengeluaran harian, terutama bagi keluarga kurang mampu.
Massa aksi menilai, keberlanjutan program ini harus dijamin melalui regulasi daerah dan alokasi APBD yang memadai. Mereka juga meminta pemkab setempat turut mengawal distribusi agar tepat sasaran.
Bagaimana Tindak Lanjut DPR dan Pemerintah?
Mulyadi memastikan akan mengagendakan pertemuan dengan Komisi terkait di DPR RI untuk membahas masukan dari warga Bogor. Ia juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) selaku pengelola program MBG.
“Saya minta waktu satu pekan untuk menindaklanjuti ini. Yang pasti, suara warga tidak akan saya diamkan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, massa aksi telah membubarkan diri dengan tertib setelah dialog dengan Mulyadi selesai.