Pencarian

Bogor Kini Punya Spot Sawah Estetik Mirip Ubud Berlatar Gunung Salak, Ngopi di Tengah Sawah Cuma Rp10 Ribu

Kamis, 25 Juni 2026 • 23:08:57 WIB
Bogor Kini Punya Spot Sawah Estetik Mirip Ubud Berlatar Gunung Salak, Ngopi di Tengah Sawah Cuma Rp10 Ribu
Hamparan sawah hijau di Bogor dengan latar Gunung Salak menjadi destinasi wisata baru yang menarik.

BOGOR — Kabupaten Bogor kini memiliki destinasi wisata yang menyajikan panorama persawahan hijau dengan latar belakang Gunung Salak. Tempat ini disebut-sebut menawarkan sensasi serupa dengan Ubud, Bali, namun dengan akses yang lebih dekat bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

Daya tarik utama dari spot ini adalah hamparan sawah yang masih aktif ditanami padi, berpadu dengan udara pegunungan yang sejuk. Pengunjung bisa duduk santai di warung-warung kopi sederhana yang didirikan di pematang sawah.

Hanya Rp10 Ribu untuk Secangkir Kopi di Tengah Sawah

Salah satu yang membuat tempat ini ramai dikunjungi adalah harga yang sangat terjangkau. Cukup dengan Rp10 ribu, pengunjung sudah bisa mendapatkan secangkir kopi dan menikmati suasana pedesaan yang tenang.

Biaya tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan menikmati kopi di kafe-kafe di pusat kota. Warung-warung kopi di lokasi ini biasanya juga menyediakan camilan ringan dengan harga yang bersahabat.

Alternatif Liburan Akhir Pekan Tanpa Harus ke Bali

Kehadiran spot ini menjadi angin segar bagi warga yang ingin berlibur singkat tanpa harus bepergian jauh. Dengan jarak tempuh sekitar 1-2 jam dari Jakarta, lokasi ini cocok untuk menghabiskan waktu di akhir pekan.

Suasana sawah yang hijau dan udara yang sejuk menjadi nilai jual utama. Banyak pengunjung yang datang untuk bersantai, berfoto, atau sekadar melepas penat dari rutinitas perkotaan.

Meski belum banyak dipublikasikan secara resmi oleh pemerintah daerah, tempat ini mulai viral di media sosial. Unggahan para pengunjung yang memperlihatkan pemandangan Gunung Salak dari balik hamparan padi menjadi daya tarik tersendiri.

Potensi Ekonomi Baru bagi Petani dan Warga Sekitar

Kehadiran wisatawan memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat. Para petani tidak lagi hanya mengandalkan hasil panen, tetapi juga bisa membuka warung atau menyediakan area parkir bagi pengunjung.

Model wisata seperti ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa tanpa harus mengubah fungsi utama lahan pertanian. Sawah tetap difungsikan untuk bercocok tanam, namun sebagian pematangnya dimanfaatkan untuk tempat duduk pengunjung.

Bagi yang tertarik, disarankan datang pada pagi hari atau sore menjelang maghrib untuk mendapatkan pencahayaan terbaik untuk berfoto. Suhu udara yang sejuk juga akan lebih terasa pada jam-jam tersebut.

Bagikan
Sumber: radarbogor.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks