Pencarian

5 Bukit Paling Eksotis di Kalimantan: Negeri di Atas Awan hingga Canopy Bridge Bangkirai

Senin, 01 Juni 2026 • 12:15:01 WIB
5 Bukit Paling Eksotis di Kalimantan: Negeri di Atas Awan hingga Canopy Bridge Bangkirai
Bukit Sapu Angin di Kalimantan Barat menawarkan pemandangan matahari terbit yang memukau dengan kabut pagi menyerupai negeri di atas awan.

BALIKPAPAN — Provinsi Kalimantan memiliki setidaknya lima destinasi perbukitan yang disebut paling eksotis dan layak masuk daftar perjalanan wisatawan. Kelimanya tersebar di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur, menawarkan pengalaman berbeda: dari trekking hutan purba hingga menyaksikan hamparan kabut pagi dari ketinggian.

Dari Bukit Sapu Angin hingga Rimpi: Apa yang Ditawarkan?

Destinasi pertama adalah Bukit Sapu Angin di Kalimantan Barat. Lokasi ini populer di kalangan pendaki pemula karena medannya relatif landai, namun pemandangan matahari terbit dari atas bukit disebut-sebut setara dengan Gunung Bromo. Kabut tipis yang menyelimuti lembah di pagi hari menciptakan ilusi negeri di atas awan.

Selanjutnya ada Bukit Matang Kaladan, masih di Kalbar, yang dikenal dengan jalur trekking menembus hutan dipterokarpa. Pepohonan raksasa dan kanopi lebat menjadi daya tarik utama, cocok untuk petualang yang mencari sensasi hutan purba tanpa harus mendaki gunung tinggi.

Bukit Rimpi dan Bukit Jamur di Bengkayang melengkapi daftar destinasi di Kalbar. Keduanya menawarkan panorama perbukitan hijau yang membentang hingga ke perbatasan Malaysia. Jalurnya masih alami dan belum banyak tersentuh pengembang, sehingga cocok untuk wisatawan yang ingin pengalaman autentik.

Canopy Bridge Bangkirai: Sensasi Berjalan di Atas Tajuk Pohon

Berbeda dengan empat destinasi sebelumnya, Bukit Bangkirai di Kalimantan Timur menawarkan atraksi unik: jembatan kanopi (canopy bridge) yang membentang di antara pohon-pohon bangkirai raksasa. Pengunjung bisa berjalan di ketinggian puluhan meter, menyusuri jembatan gantung yang menghubungkan satu tajuk pohon ke tajuk lainnya.

Taman Wisata Alam Bukit Bangkirai ini dikelola oleh pihak swasta dan pemerintah daerah. Selain canopy bridge, kawasan ini juga memiliki jalur interpretasi hutan hujan tropis yang relatif mudah diakses, menjadikannya destinasi favorit untuk wisata keluarga dan edukasi lingkungan.

Mengapa Perbukitan Kalimantan Mulai Dilirik Wisatawan?

Beberapa tahun terakhir, tren wisata alam di Indonesia bergeser dari sekadar pantai dan gunung tinggi ke destinasi perbukitan dengan akses lebih mudah. Kalimantan, yang selama ini identik dengan hutan dan sungai, mulai menawarkan alternatif ini. Infrastruktur jalan yang membaik di Kalbar dan Kaltim turut mendorong akses ke lokasi-lokasi tersebut.

Dari sisi konservasi, destinasi seperti Bukit Bangkirai dan Matang Kaladan juga menjadi contoh ekowisata yang melibatkan masyarakat lokal sebagai pemandu dan pengelola penginapan. Model ini dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan wisata massal yang merusak ekosistem.

FAQ: Apa Saja yang Perlu Disiapkan Sebelum Berkunjung?

Apakah semua bukit ini cocok untuk pendaki pemula?
Tidak semua. Bukit Sapu Angin dan Bangkirai relatif ramah pemula karena jalur pendek dan fasilitas memadai. Namun, Bukit Matang Kaladan dan Rimpi membutuhkan fisik lebih prima karena medan berbatu dan tanjakan panjang.

Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke perbukitan Kalimantan?
Musim kemarau, sekitar April hingga September, adalah waktu ideal. Pada musim hujan, jalur trekking bisa licin dan pemandangan kabut pagi sering terhalang awan tebal. Sebaiknya hindari Desember-Februari jika ingin menikmati panorama negeri di atas awan.

Bagikan
Sumber: radarbogor.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks