BOGOR — Pemberlakuan sistem satu arah di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, kerap menjadi dilema bagi pengemudi ambulans. Di satu sisi, rekayasa lalu lintas ini diperlukan untuk mengurai kepadatan kendaraan wisatawan. Namun di sisi lain, aturan itu justru memperlambat laju kendaraan yang membawa pasien darurat.
Mengapa Ambulans Sulit Melaju saat One Way?
Dalam sistem satu arah, seluruh kendaraan dipaksa bergerak dalam satu lajur yang sama tanpa ada jalur khusus. Ambulans yang biasanya bisa menerobos kemacetan dengan sirene mendapati dirinya ikut tersendat di tengah antrean panjang. "Kami tidak bisa seenaknya menyalip karena ruang sangat terbatas. Kalau dipaksakan, malah berisiko menabrak," ujar seorang sopir ambulans yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini diperparah dengan volume kendaraan yang membludak pada akhir pekan atau libur panjang. Jalur Puncak yang hanya memiliki dua lajur di setiap ruasnya tak mampu menampung lonjakan kendaraan, sehingga ambulans pun ikut menjadi korban kemacetan.
Berapa Lama Waktu Tempuh yang Tersita?
Para sopir mengaku waktu tempuh dari kawasan Puncak menuju rumah sakit di Kota Bogor bisa mencapai dua hingga tiga jam saat one way diberlakukan. Padahal, dalam kondisi normal, perjalanan tersebut hanya memakan waktu sekitar 45 menit. Keterlambatan ini sangat krusial bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis cepat, seperti korban kecelakaan lalu lintas atau pasien serangan jantung.
Belum ada data resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor atau Satlantas Polres Bogor mengenai jumlah ambulans yang terdampak. Namun, keluhan serupa sudah beberapa kali muncul di media sosial dan grup chat para pengemudi ambulans di wilayah tersebut.
Apa Solusi yang Bisa Diterapkan?
Beberapa sopir mengusulkan agar petugas di lapangan menyediakan jalur khusus atau buffer zone bagi kendaraan darurat. Alternatif lain, petugas bisa menghentikan sementara arus kendaraan wisata saat ambulans melintas di titik-titik tertentu. "Kami tidak minta diistimewakan secara berlebihan, cukup diberi ruang untuk lewat saat kondisi darurat," tambah sopir tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satlantas Polres Bogor belum memberikan tanggapan resmi terkait usulan prioritas bagi ambulans saat one way. Rekayasa lalu lintas di Jalur Puncak sendiri biasanya diterapkan pada akhir pekan dan hari libur nasional untuk mengurai kepadatan dari arah Bogor menuju Puncak atau sebaliknya.
Bagaimana Dampaknya bagi Pelayanan Darurat?
Jika tidak ada penanganan, keluhan ini bisa berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan darurat di kawasan wisata. Jalur Puncak yang menjadi tujuan utama wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya juga merupakan jalur vital bagi warga lokal yang tinggal di Kecamatan Cisarua, Megamendung, dan sekitarnya. Mereka sangat bergantung pada ambulans dari Puskesmas atau rumah sakit terdekat dalam situasi genting.
Persoalan prioritas ambulans di tengah kemacetan sebenarnya bukan hal baru. Di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Bandung, petugas kepolisian biasanya akan mengawal ambulans yang membawa pasien kritis dengan membuka jalur. Namun, di Jalur Puncak yang sempit dan padat, skema serupa belum berjalan optimal.